Bursa Saham

Prospek Saham Telekomunikasi Menarik, Simak Rekomendasi Analis Terbaru

46
×

Prospek Saham Telekomunikasi Menarik, Simak Rekomendasi Analis Terbaru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jaringan infrastruktur telekomunikasi 5G di perkotaan dengan latar belakang gedung tinggi
Sektor telekomunikasi Indonesia dinilai memiliki prospek cerah dengan valuasi yang menarik bagi investor.

JAKARTA – Sektor telekomunikasi Indonesia dinilai memiliki prospek cerah dengan daya tarik valuasi yang relatif murah dibandingkan pasar regional. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jason Sebastian, meningkatkan rekomendasi sektor ini menjadi overweight seiring dengan pengembangan jaringan 5G dan hasil lelang spektrum terbaru.

Berdasarkan riset terbaru, sektor telekomunikasi Indonesia diperdagangkan pada estimasi EV/EBITDA 2027 sebesar 4,2 kali. Angka tersebut tercatat 16% lebih rendah dibandingkan valuasi sektor serupa di Filipina.

Lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang rampung pada 10 Juli 2026 menjadi katalis utama penguatan sektor ini. Telkomsel muncul sebagai pemenang terbesar dengan perolehan spektrum mencapai 100 MHz.

Sementara itu, Indosat dan XLSMART masing-masing berhasil mengamankan 80 MHz untuk memperkuat daya saing serta cakupan layanan. Penambahan spektrum ini diproyeksikan akan memperkuat fondasi jaringan jangka panjang bagi ketiga operator tersebut.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi tekanan margin dalam jangka pendek. Kebutuhan belanja modal (capex) yang tinggi untuk ekspansi 4G ke perdesaan dan pengembangan infrastruktur 5G menjadi beban tambahan.

Biaya perolehan spektrum serta beban bunga pinjaman diprediksi akan menekan profitabilitas perusahaan telekomunikasi. Monetisasi layanan 5G juga diperkirakan belum akan memberikan kontribusi signifikan dalam waktu dekat.

Kendati demikian, prospek jangka panjang sektor ini tetap terjaga melalui potensi peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU). Struktur industri yang didominasi oleh tiga pemain utama diharapkan mampu menjaga stabilitas penyesuaian tarif di masa depan.

Dalam daftar rekomendasi saham, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi pilihan utama atau top pick. Strategi asset-light serta rencana penjualan aset fiber menjadi faktor pendorong utama optimisme terhadap emiten ini.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.300 per saham. Posisi Telkom sebagai pemenang lelang spektrum terbesar dinilai memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan.

Untuk PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), analis mempertahankan peringkat hold dengan target harga Rp 2.700 per saham. Investor disarankan mencermati proses integrasi pascamerger yang hingga saat ini masih berlangsung.

Kondisi pasar modal secara keseluruhan pada Rabu (22/7/2026) terpantau masih berada dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 24,46 poin atau 0,39% ke level 6.315,55 pada perdagangan sesi pertama.

Volatilitas IHSG yang masih tinggi menuntut investor untuk lebih selektif dalam memilih emiten. Saham-saham sektor telekomunikasi diharapkan dapat menjadi penopang portofolio di tengah ketidakpastian pasar yang sedang terjadi.