CSR

BNI Tanam 258 Ribu Bibit Mangrove untuk Kelestarian Ekosistem Pesisir

24
×

BNI Tanam 258 Ribu Bibit Mangrove untuk Kelestarian Ekosistem Pesisir

Sebarkan artikel ini
Perwakilan BNI menanam bibit mangrove di kawasan pesisir sebagai bagian dari program pelestarian ekosistem.
BNI menanam 258 ribu bibit mangrove untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan prinsip ESG.

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmen pelestarian ekosistem pesisir melalui rehabilitasi mangrove bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia, Minggu (26/7/2026). Inisiatif ini menjadi bagian strategis dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendukung ketahanan lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat.

Dalam delapan tahun terakhir, BNI telah menanam 258.000 bibit mangrove melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi. Rehabilitasi ini tersebar di sejumlah kawasan pesisir strategis seperti Mempawah, Kebumen, Kepulauan Seribu, Banyuwangi, dan Pamekasan.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan implementasi pendekatan Nature-based Solutions (NbS). Langkah ini selaras dengan transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi ekonomi nasional.

BNI melibatkan kelompok tani dan warga lokal secara aktif dalam seluruh tahapan program. Keterlibatan masyarakat mencakup proses pembibitan, penanaman, hingga pengembangan ekowisata serta pengelolaan produk olahan mangrove.

Pendekatan partisipatif ini bertujuan agar manfaat konservasi tidak hanya dirasakan dari sisi ekologi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan penduduk pesisir. Masyarakat didorong untuk mengelola ekosistem agar menjadi sumber pendapatan baru yang mandiri.

Secara ekologis, mangrove berfungsi sebagai penyerap karbon alami atau carbon sink yang efektif. Selain itu, ekosistem ini berperan vital dalam melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi, gelombang tinggi, serta kenaikan muka air laut.

Hutan mangrove yang sehat juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Kondisi ini secara tidak langsung menopang aktivitas perikanan lokal dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam di kawasan pesisir.

Keberhasilan program ini telah terukur melalui evaluasi lapangan. Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi mencatatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 84,09 persen.

Angka tersebut mencerminkan apresiasi tinggi dari masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan serta manfaat nyata yang diterima. BNI memastikan setiap inisiatif TJSL dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

Semangat Swadharma Bhakti Nagara menjadi pendorong utama bagi perseroan dalam menghadirkan program yang bermanfaat. BNI berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Ke depan, BNI akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Mitra strategis tersebut meliputi pemerintah, akademisi, komunitas, dan kelompok tani di berbagai daerah.

Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat upaya rehabilitasi mangrove secara nasional. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pesisir yang tangguh sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.