Bursa Saham

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 29 Juli 2026

7
×

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 29 Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Layar monitor menampilkan grafik pergerakan indeks saham di Bursa Efek Indonesia
Indeks LQ45 mencatatkan pelemahan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/7/2026).

JAKARTA – Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan pelemahan luas pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Tren negatif ini melanjutkan tekanan jual yang telah terjadi sejak sesi perdagangan sebelumnya.

Total nilai transaksi harian di pasar modal menyusut signifikan menjadi Rp10,9 triliun, turun dari Rp12,2 triliun pada hari sebelumnya. Investor asing terpantau terus melakukan aksi jual bersih dengan nilai mencapai Rp1,07 triliun serta volume penjualan sebesar 1,74 miliar saham.

Pada kelompok saham dengan rasio harga terhadap laba (PER) terendah, mayoritas emiten mengalami tekanan harga. PT Aneka Tambang (ANTM) menjadi saham dengan penurunan terdalam di kelompok ini, yakni sebesar 2,69% ke level Rp2.890 per saham.

PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) juga mencatatkan koreksi dalam sebesar 2,29% ke level Rp1.495. Di sisi lain, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) menjadi pengecualian karena berhasil menguat 0,63% ke harga Rp8.000.

Kondisi serupa terjadi pada kelompok saham dengan PER tertinggi yang didominasi oleh pergerakan negatif. PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mencatat koreksi harian masing-masing sebesar 2,94% dan 2,90%.

Sebaliknya, PT Semen Indonesia (SMGR) berhasil mencatatkan penguatan terbesar di kelompok ini sebesar 1,72% ke level Rp1.480. SMGR saat ini memegang status sebagai emiten dengan rasio harga terhadap nilai buku (PBV) terendah di antara seluruh 20 saham yang dipantau, yakni sebesar 0,23 kali.

PT Barito Pacific (BRPT) turut mencatatkan apresiasi sebesar 1,16% ke level Rp1.745. Kenaikan ini menandai pembalikan arah setelah saham tersebut sempat melemah pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) terpantau stagnan di level Rp50 per saham. Volume transaksi untuk saham ini tercatat sebesar Rp1,2 miliar, yang menjadi nilai terendah di antara jajaran saham LQ45 yang diamati.

Rasio PER sendiri digunakan investor untuk mengukur kelipatan harga saham terhadap laba bersih per lembar. Sementara rasio PBV berfungsi membandingkan harga pasar saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar saham.

Secara teknikal, pergerakan harga saham LQ45 masih dibayangi oleh sentimen negatif dari pasar global. Investor kini tengah memantau perkembangan kinerja emiten di tengah fluktuasi indeks yang masih rentan terhadap aksi ambil untung.

Pelemahan ini menunjukkan sikap investor yang cenderung berhati-hati dalam menempatkan modal di tengah ketidakpastian ekonomi. Penyesuaian portofolio oleh investor asing menjadi salah satu faktor utama yang menekan likuiditas di pasar saham domestik pada pertengahan pekan ini.