Bursa Saham

Laba Bersih ISSP Tumbuh 12,7% Semester I-2026 Berkat Lonjakan Proyek

1
×

Laba Bersih ISSP Tumbuh 12,7% Semester I-2026 Berkat Lonjakan Proyek

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor dan logo PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP)
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 12,7% pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatatkan kinerja keuangan positif pada semester I-2026 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 240,5 miliar. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian ini ditopang oleh kenaikan pendapatan perusahaan yang menyentuh angka Rp 2,84 triliun atau tumbuh 8,5% secara tahunan (year on year). Pertumbuhan pendapatan ini diikuti oleh peningkatan laba kotor sebesar 14,7% menjadi Rp 597,6 miliar.

Efisiensi operasional turut mendorong penguatan margin laba kotor perusahaan dari 19,9% menjadi 21,1%. Manajemen ISSP menyatakan bahwa kinerja ini mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar.

Di sisi beban, terjadi peningkatan beban umum dan administrasi sebesar 43,7%. Hal ini disebabkan oleh perubahan metode akrual untuk tunjangan hari raya (THR) dan bonus karyawan yang kini didistribusikan secara merata setiap kuartal.

Selain itu, pelemahan nilai tukar mata uang berdampak pada kenaikan beban lain-lain sebesar 186% secara tahunan. Namun, beban keuangan perusahaan berhasil ditekan sebesar 15% berkat penurunan beban bunga obligasi dan sukuk.

Secara keseluruhan, total beban operasional dan beban lainnya tercatat sebesar Rp 294 miliar. ISSP memiliki posisi keuangan yang stabil dengan total aset mencapai Rp 10,4 triliun dan total liabilitas Rp 4,6 triliun.

Peningkatan aset terutama dipicu oleh naiknya nilai persediaan, termasuk barang dalam perjalanan (goods in transit) serta bahan baku. Lonjakan persediaan ini sejalan dengan tingginya permintaan proyek yang terjadi sepanjang kuartal II-2026.

Tingginya aktivitas proyek juga berdampak pada kebutuhan modal kerja yang meningkat. Hal ini tercermin dari kenaikan nilai piutang usaha dan utang bank jangka pendek, sehingga rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat sebesar 0,81 kali.

Meski liabilitas meningkat, rasio likuiditas ISSP tetap terjaga dengan baik. Perusahaan mencatatkan aset lancar sebesar Rp 6,34 triliun terhadap liabilitas lancar Rp 3,10 triliun, menghasilkan current ratio sebesar 205%.

Untuk mendukung operasional, arus kas bersih yang digunakan mencapai Rp 1,10 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pembayaran kepada pemasok serta penambahan persediaan guna memenuhi kebutuhan produksi proyek.

ISSP juga telah melakukan pembayaran obligasi dan sukuk senilai Rp 500,55 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan jatuh tempo utang dan optimalisasi struktur pendanaan perusahaan.

Hingga akhir semester I-2026, posisi kas perusahaan tetap terjaga dengan saldo akhir sebesar Rp 680 miliar. ISSP terus melanjutkan agenda ekspansi, termasuk pembangunan Unit 7 di Gresik.

Fasilitas baru tersebut kini telah mengoperasikan gudang serta lini produksi pipa berdiameter hingga 8 inci. Sementara itu, mesin untuk lini produksi pipa berdiameter hingga 20 inci saat ini sedang dalam proses pengiriman.

Fasilitas ini diproyeksikan mampu memperluas portofolio produk, khususnya pada segmen bernilai tambah tinggi. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi pasar ISSP di tengah persaingan industri baja nasional maupun global.