Bursa Saham

Laba bersih Indosat (ISAT) naik 84,5% pada semester I-2026

4
×

Laba bersih Indosat (ISAT) naik 84,5% pada semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Logo PT Indosat Tbk sebagai perusahaan telekomunikasi yang mencatatkan kenaikan laba bersih pada semester I-2026.
PT Indosat Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 84,5% pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan pada semester I-2026. Laba bersih perusahaan telekomunikasi tersebut mencapai Rp4,31 triliun, tumbuh 84,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,34 triliun.

Pencapaian kinerja keuangan yang impresif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan konsolidasian yang mencapai Rp30,65 triliun. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 13,1% dibandingkan realisasi pendapatan pada semester I-2025 yang berada di level Rp27,11 triliun.

Manajemen Indosat menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari model bisnis perseroan yang skalabel. Selain itu, efisiensi dalam pengelolaan operasional turut memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas profitabilitas perusahaan.

Segmen bisnis seluler masih mendominasi pendapatan perusahaan dengan kontribusi sebesar 83,3% dari total pendapatan konsolidasian. Pendapatan di sektor ini tercatat tumbuh 12,2% yang ditopang oleh peningkatan permintaan layanan data dan jasa nilai tambah.

Meskipun layanan data tumbuh positif, perseroan mencatat penurunan pada pendapatan dari layanan telepon, SMS, dan interkoneksi. Tren pergeseran konsumsi pelanggan ke arah digital menjadi faktor utama di balik fluktuasi kinerja pada segmen layanan tradisional tersebut.

Di sisi lain, segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) menunjukkan performa yang menjanjikan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 18,5%. Pertumbuhan ini dipicu oleh tingginya permintaan untuk layanan teknologi informasi, konektivitas tetap, dan internet tetap.

Segmen telekomunikasi lainnya mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,4%. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan layanan telepon internasional, meskipun masih menghadapi tantangan dari penurunan pendapatan telepon jaringan tetap.

Dari sisi profitabilitas operasional, Indosat membukukan EBITDA sebesar Rp14,6 triliun, meningkat 13,6% secara tahunan. Margin EBITDA perseroan tetap terjaga dengan baik di angka 47,6% hingga akhir Juni 2026.

Di balik pertumbuhan pendapatan, perseroan juga menghadapi kenaikan beban usaha menjadi Rp22,9 triliun atau naik 4,5% secara tahunan. Peningkatan beban ini dipengaruhi oleh biaya penyelenggaraan jasa serta kenaikan biaya penyusutan dan amortisasi.

Biaya karyawan, pemasaran, serta beban umum dan administrasi juga berkontribusi terhadap kenaikan total beban operasional. Sementara itu, beban lain-lain tercatat naik tipis sebesar 1,2% menjadi Rp2,1 triliun.

Kenaikan beban keuangan tersebut sebagian diimbangi oleh perbaikan pada selisih kurs serta peningkatan pendapatan bunga. Strategi pengelolaan neraca yang cermat dinilai mampu memitigasi dampak dari tekanan biaya keuangan selama periode berjalan.

Keuntungan dari FiberCo juga disebut menjadi salah satu faktor pendukung yang memperkuat posisi keuangan perusahaan di semester pertama tahun ini. Secara keseluruhan, Indosat mempertahankan posisi kompetitifnya di industri telekomunikasi nasional melalui diversifikasi lini bisnis yang tetap fokus pada ekosistem digital.