Bursa Saham

Pendapatan Chandra Daya Melonjak 22% di Semester I-2026 Meski Laba Tertekan

40
×

Pendapatan Chandra Daya Melonjak 22% di Semester I-2026 Meski Laba Tertekan

Sebarkan artikel ini
Grafik kinerja keuangan PT Chandra Daya Investasi Tbk yang menunjukkan kenaikan pendapatan namun penurunan laba bersih
PT Chandra Daya Investasi Tbk mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 22,8% pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melaporkan kinerja keuangan yang kontras pada semester I-2026, ditandai dengan lonjakan pendapatan yang signifikan namun diikuti oleh penurunan laba bersih secara drastis.

Perusahaan mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$ 82,1 juta sepanjang enam bulan pertama tahun 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 22,8% secara tahunan (year on year/yoy).

Namun, laba bersih perusahaan justru merosot tajam sebesar 74% yoy menjadi US$ 19,3 juta. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan beban pokok pendapatan yang meningkat 30,9% yoy menjadi US$ 62,5 juta.

Meski laba bersih tertekan, EBITDA perusahaan tetap tumbuh 25,3% yoy menjadi US$ 31,6 juta. Margin EBITDA juga tercatat membaik dari 37,7% menjadi 38,5%.

Pertumbuhan pendapatan perseroan didorong kuat oleh segmen logistik yang melonjak hingga 80,2% menjadi US$ 27 juta. Sektor energi juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan pendapatan sebesar 5,4% menjadi US$ 51,8 juta.

Manajemen menyatakan bahwa posisi keuangan perusahaan tetap kokoh dengan kas dan setara kas, serta surat berharga mencapai US$ 658,7 juta. Selain itu, rasio utang terhadap kapitalisasi perusahaan berada di angka 41% per 30 Juni 2026.

Likuiditas yang kuat ini diproyeksikan akan mendukung fleksibilitas keuangan dalam pengembangan proyek strategis. Perusahaan fokus pada investasi disiplin untuk meningkatkan pendapatan berulang berbasis kontrak.

Sepanjang periode tersebut, CDIA melakukan ekspansi operasional melalui pelayaran perdana kapal logistik cair kimia, Novah. Kapal berkapasitas 9.000 DWT ini merupakan hasil kolaborasi dengan Usuki Shipyard untuk memperkuat rantai pasok industri.

Strategi diversifikasi juga dijalankan melalui akuisisi 40% kepemilikan di PT Armada Maritim Persada senilai US$ 90 juta. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan perusahaan ke sektor logistik pertambangan dan jasa pelabuhan.

Selain itu, CDIA menyuntikkan dana sebesar US$ 15,5 juta untuk mengakuisisi 49% saham di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd. Investasi ini ditargetkan untuk memperluas basis pelanggan dan mendiversifikasi arus kargo.

Di sisi kepelabuhanan, PT SCG Barito Logistics kini tengah menjajaki kerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera. Fokus eksplorasi meliputi pengembangan layanan penyimpanan ISO tank dan fasilitas pendukung di Krakatau International Port.

Proyek infrastruktur lainnya, yakni fasilitas penyimpanan bitumen di Merak, saat ini sudah mencapai progres pembangunan 75%. Fasilitas dengan kapasitas 12.000 meter kubik tersebut ditargetkan beroperasi pada kuartal ketiga 2026.

Pada sektor energi, CDIA mulai merambah bisnis rendah karbon melalui proyek waste-to-energy di Serang. PT Chandra Waste Energy telah ditunjuk untuk melakukan studi kelayakan proyek tersebut bersama mitra konsorsium.

Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proyek yang sedang berjalan. Fokus utama tetap pada optimalisasi aset baru dan peningkatan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga demi menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.