Bursa Saham

Pendapatan Chandra Asri TPIA Melonjak 83,6% di Semester I-2026

34
×

Pendapatan Chandra Asri TPIA Melonjak 83,6% di Semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan logo perusahaan terlihat jelas di area perkantoran
PT Chandra Asri Pacific Tbk mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 83,6 persen pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan lonjakan pendapatan bersih sebesar 83,6 persen secara tahunan (year on year) menjadi US$ 5,3 miliar pada semester I-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh perluasan skala operasional grup pasca-akuisisi Aster Chemicals and Energy pada April 2025 serta pengoperasian jaringan SPBU bermerek Esso sejak Januari 2026.

Meski pendapatan meningkat pesat, laba bersih setelah pajak perusahaan terkoreksi 77,2 persen menjadi US$ 371,2 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Begitu pula dengan EBITDA yang mengalami penurunan 54,5 persen menjadi US$ 802,6 juta.

Manajemen TPIA menjelaskan bahwa penurunan laba bersih tersebut dipengaruhi oleh basis perbandingan yang tinggi pada semester I-2025. Periode tahun lalu mencatatkan keuntungan pembelian diskon (bargain purchase gain) yang signifikan terkait proses akuisisi Aster.

Di luar faktor keuntungan tidak berulang tersebut, perusahaan menegaskan kinerja operasional tetap berada dalam posisi kuat. Ketahanan bisnis inti TPIA terbukti dari integrasi aset strategis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur yang berjalan disiplin.

Untuk memperkuat struktur permodalan, TPIA telah meningkatkan kepemilikan saham free float menjadi 25,7 persen. Perusahaan juga berhasil menyelesaikan penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp 6 triliun dengan kelebihan permintaan (oversubscription).

Langkah tersebut diambil guna meningkatkan fleksibilitas keuangan dan memperluas akses bagi para investor. Selain itu, manajemen berupaya memperkuat tata kelola perusahaan di tengah volatilitas pasar global.

Ketidakpastian ekonomi dunia saat ini turut dipengaruhi oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Amerika Serikat dilaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap Iran menyusul insiden serangan pesawat nirawak (drone) terhadap sebuah kapal, yang menambah tekanan pada pasar energi global.

Di sektor energi, TPIA terus melakukan revitalisasi fasilitas di Pulau Bukom pasca-akuisisi Aster. Proyek ini diproyeksikan memberikan tambahan EBITDA sekitar US$ 20 juta per bulan mulai kuartal IV-2026.

Pada segmen kimia, pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) kini telah mencapai progres 72 persen. Fasilitas ini dijadwalkan beroperasi secara komersial pada tahun 2027 mendatang.

Perusahaan juga telah mengambil keputusan investasi final (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai US$ 80 juta. Investasi ini bertujuan meningkatkan fleksibilitas rantai pasok antara operasi di Singapura dan platform kimia hilir di Indonesia.

Anak usaha TPIA, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), terus memperkuat sektor infrastruktur melalui kolaborasi strategis. Kerja sama dengan SCG Barito Logistics dan Krakatau Bandar Samudera dilakukan untuk mengembangkan layanan penyimpanan dan logistik maritim.

Fasilitas tangki bitumen CDI kini telah mencapai progres pembangunan 75 persen. Sementara itu, kapal Novah asal Jepang telah sukses menyelesaikan pelayaran dan penyandaran perdana untuk memperkuat kapabilitas maritim grup.

Platform pelabuhan terintegrasi, Aster Ports & Terminals, juga telah resmi beroperasi per 1 Juli 2026. Entitas ini melayani kebutuhan logistik internal maupun pelanggan eksternal di kawasan Asia Tenggara.