Bitung – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menanam 3.000 bibit mangrove di Mawali, Bitung.
Aksi ini bertujuan mengurangi emisi karbon dan memperkuat ekosistem pesisir.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan rutin.
“Lingkungan adalah ruang hidup. Menjaganya berarti menjaga masa depan,” kata Heru, Minggu (9/11/2025).
Program ini dijalankan bersama Jejakin, dengan fokus pada penanaman, pemantauan pertumbuhan, hingga pelaporan berkala.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan tiga bulan setelah penanaman.”Jika tingkat kelangsungan hidup di bawah 10 persen, kami akan melakukan penyulaman,” jelas Shelvy.
General Manager ASDP Bitung, Rudy Mahmudi, menyebut bahwa mangrove menjaga stabilitas garis pantai dan menghidupkan kembali habitat biota laut.
“mangrove adalah benteng alami. Ia mencegah abrasi, memulihkan ekosistem, dan membuka peluang bagi masyarakat,” ujar Rudy.
Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya penanganan perubahan iklim dan ekosistem daratan.
Sebelumnya, ASDP telah menanam 1.000 mangrove di Jepara (2023) dan 2.000 mangrove di Kayangan, NTB (2024). Total 6.000 bibit telah ditanam.
“Kami ingin program ini terus berlanjut, sebagai gerakan menumbuhkan kesadaran kolektif,” tutup Shelvy.







