Tutup
EkonomiEnergiPerbankanTransportasi

Asia Beraksi: Negara-negara Atur Konsumsi Energi Hadapi Krisis

204
×

Asia Beraksi: Negara-negara Atur Konsumsi Energi Hadapi Krisis

Sebarkan artikel ini
strategi-negara-di-asia-hemat-bbm-dari-wfh-subsidi-saat-iran-memanas
Strategi Negara di Asia Hemat BBM dari WFH-Subsidi saat Iran Memanas

Jakarta – Krisis bahan bakar minyak (BBM) global akibat konflik di Timur Tengah memaksa sejumlah negara Asia mengambil langkah-langkah ekstrem.

Gangguan rantai pasok energi, terutama di Selat Hormuz, mendorong negara-negara ini melakukan penghematan, mengatur mobilitas, hingga memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

Berikut rangkuman kebijakan yang diambil beberapa negara untuk mengatasi krisis energi:

Korea Selatan:

* Kampanye hemat energi nasional dipimpin langsung oleh Presiden.
* Pembatasan penggunaan kendaraan operasional pemerintah.
* Percepatan pencairan anggaran darurat untuk membantu warga terdampak kenaikan harga energi.

Jepang:

* Melepas cadangan minyak strategis secara bertahap sejak pertengahan Maret.
* Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi karena Jepang sangat bergantung pada impor.

China:

* Intervensi harga BBM domestik,langkah yang jarang dilakukan.
* Menaikkan batas harga bensin dan solar, namun tetap dikendalikan agar tidak membebani masyarakat.

Sri Lanka:

* Menetapkan hari Rabu sebagai hari libur bagi instansi pemerintah, sekolah, dan universitas.
* Tujuannya mengurangi konsumsi energi dan menjaga layanan publik tetap berjalan.

Pakistan:

* Pekan kerja empat hari.
* Penutupan sekolah.
* Kebijakan bekerja dari rumah (WFH) hingga 50 persen.
* Pemangkasan alokasi BBM untuk instansi pemerintah.

India:

* Perusahaan menerapkan WFH dan mengurangi layanan kantin.
* Mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi alternatif.

Thailand:

* Pegawai diimbau menggunakan pakaian kasual untuk mengurangi penggunaan AC.
* Pengaturan suhu AC lebih tinggi, pembatasan penggunaan lift, dan anjuran carpooling.

Myanmar:

* Penerapan sistem ganjil-genap untuk kendaraan, kecuali kendaraan listrik.

Bangladesh:

* Penutupan universitas lebih awal menjelang Idulfitri untuk mengurangi konsumsi energi.

Filipina dan Vietnam:

* Filipina menerapkan pekan kerja empat hari untuk pegawai pemerintah dan mendorong WFH di sektor swasta.
* Vietnam mengimbau perusahaan WFH, menggunakan transportasi publik, dan mengurangi perjalanan non-esensial.

Selandia Baru:

* Subsidi tunai sekitar US$50 per minggu kepada lebih dari 140 ribu keluarga berpenghasilan rendah hingga menengah.

Indonesia:

* Pemerintah mengkaji kebijakan work from anywhere (WFA) untuk menekan konsumsi BBM.
* Menkeu menilai WFA berpotensi mengurangi mobilitas masyarakat setelah libur Lebaran.
* Kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan dan akan difokuskan pada sektor yang memungkinkan kerja fleksibel.

Krisis energi ini menyoroti tingginya ketergantungan Asia terhadap impor minyak dan gas.