Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 52,37 persen Satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga pertengahan April 2026.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 15 April 2026, sebanyak 13.576 unit SPPG telah memiliki sertifikat tersebut dari total 25.925 unit yang beroperasi. Sementara itu,jika dihitung dari jumlah SPPG yang telah mengajukan permohonan,capaian sertifikasi mencapai 81,39 persen dari 16.681 unit.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut capaian ini meningkat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Alhamdulillah, saat saya masuk akhir September 2025, SLHS baru 39 SPPG. Sekarang sudah 25 ribu lebih,” ujar Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/4).
Pemerintah kini menargetkan seluruh SPPG segera memenuhi standar higiene sanitasi dalam waktu dekat. Nanik menargetkan pada Juni mendatang seluruh SPPG sudah mendaftar,dan pada Agustus seluruhnya telah memiliki SLHS.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah terus mendorong percepatan proses sertifikasi melalui koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
“Saya sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim koordinasi Programme MBG terus mendorong Kemenkes dan Kemendagri untuk membantu mempercepat proses SLHS, namun tetap harus mengacu pada persyaratan-persyaratan yang wajib dipenuhi oleh SPPG,” tuturnya.







