JAKARTA – Grup Bakrie kembali tancap gas di pasar modal melalui serangkaian aksi korporasi besar. Setidaknya terdapat empat emiten di bawah naungan grup ini yang tengah memproses langkah strategis, mulai dari *rights issue* hingga *private placement*, dengan potensi perolehan dana mencapai lebih dari Rp10 triliun.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjadi salah satu yang paling menonjol. Emiten ini berencana menerbitkan 86,70 miliar saham baru melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Meski harga pelaksanaan belum ditetapkan, BNBR membidik perolehan dana minimal Rp5,75 triliun.
Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk membayar utang. Rinciannya, Rp4,35 triliun dialokasikan untuk memberikan pinjaman kepada PT Bakrie Toll Indonesia guna melunasi kewajiban pihak ketiga, Rp1,09 triliun untuk melunasi utang kepada PT Bank Mayapada International Tbk, serta Rp300 miliar untuk pengembangan *rest area* di Jalan Tol Cimanggis-Cibitung. Rencana ini telah disetujui dalam RUPS Luar Biasa pada 27 Februari 2026, dan kini tinggal menunggu tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Aksi serupa juga dilakukan oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Perusahaan ini berencana menerbitkan maksimal 21,87 miliar saham baru yang ditujukan untuk modal kerja dan penyertaan anak usaha. Manajemen VKTR dijadwalkan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa pada 29 Mei 2026.
Di sisi lain, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) turut merencanakan *rights issue* sebanyak 8,20 miliar saham dengan harga Rp50 per lembar. Namun, proses ini masih menunggu restu dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK setelah sempat tertunda dari jadwal RUPSLB yang direncanakan pada 31 Maret 2026.
Selain *rights issue*, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menempuh jalur *private placement* dengan menerbitkan 14,50 miliar saham seri B. Aksi ini bertujuan untuk konversi utang kepada kreditur. Langkah tersebut akan menyebabkan dilusi saham bagi pemegang saham lama sebesar 85,30%.
Menanggapi fenomena ini, *Head of Investment Information* Team Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, menilai bahwa Grup Bakrie berpotensi mengumpulkan dana segar hingga di atas Rp10 triliun dari seluruh aksi korporasi tersebut.
Menurut Martha, pelaku pasar cenderung merespons positif langkah ini, terutama bagi mereka yang memanfaatkan momentum untuk *trading* jangka pendek. Namun, ia mengingatkan investor agar tetap waspada dan berhati-hati, mengingat dampak dari *rights issue* sering kali bersifat jangka panjang bagi perusahaan dan struktur modalnya.







