Tutup
News

BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Ekonomi Diharapkan Tumbuh Lebih Kencang

333
×

BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Ekonomi Diharapkan Tumbuh Lebih Kencang

Sebarkan artikel ini
bi-rate-dipangkas-lagi-jadi-5-persen-di-agustus-2025
BI Rate Dipangkas Lagi Jadi 5 Persen di Agustus 2025

Jakarta – bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah strategis dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. Melalui Rapat Dewan gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19-20 Agustus 2025, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps), sehingga menjadi 5,00 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa penurunan suku bunga ini juga berlaku untuk suku bunga deposit facility yang menjadi 4,25 persen, serta suku bunga lending facility yang menjadi 5,75 persen.”Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 19-20 Agustus 2025 memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5 persen,” ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, rabu (20/8/2025).

Perry menambahkan, keputusan ini didasari oleh proyeksi inflasi tahun 2025-2026 yang diperkirakan tetap rendah dan berada dalam kisaran target 2,5 ±1 persen. Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional juga menjadi pertimbangan utama.

“Keputusan penurunan suku bunga BI Rate ini konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen,” jelas Perry.

“Serta terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai kapasitas perekonomian,” imbuhnya.

Sebelumnya, BI telah dua kali melakukan pemangkasan BI rate di tahun 2025, yaitu pada bulan Mei menjadi 5,50 persen, dan pada bulan Juli menjadi 5,25 persen. Dengan penurunan terbaru ini, suku bunga acuan BI Rate mencapai level terendah di sepanjang tahun 2025. Bank sentral berharap kebijakan ini dapat memberikan stimulus tambahan bagi dunia usaha dan mendorong pertumbuhan kredit perbankan, sambil tetap menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.