Tutup
EkonomiInvestasiNews

Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Lepas Aset Kripto?

295
×

Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Lepas Aset Kripto?

Sebarkan artikel ini
harga-bitcoin-sempat-anjlok-ke-level-us$60.000,-indodax-beberkan-penyebabnya
Harga Bitcoin Sempat Anjlok ke Level US$60.000, Indodax Beberkan Penyebabnya

Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam pada perdagangan Jumat (6/2), sempat menyentuh level US$60.000.

Tekanan jual dari investor institusional dan likuidasi posisi leverage disebut menjadi penyebab utama penurunan harga.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai kondisi ini sebagai reaksi cepat pasar terhadap tekanan likuiditas.

“Ketika tekanan jual terjadi bersamaan, pasar kripto bisa bergerak sangat cepat karena banyak posisi ditutup dalam waktu yang sama,” kata Antony, Minggu (8/2/2026).

Menurut Antony, aksi likuidasi di pasar kripto juga diikuti oleh aksi jual investor besar. Hal ini terlihat dari aktivitas ETF Bitcoin.

ETF Bitcoin spot milik BlackRock, IBIT, mencatat volume perdagangan harian tertinggi, melampaui 10 miliar dolar AS.

Lonjakan aktivitas ini terjadi bersamaan dengan penurunan harga IBIT dan penarikan dana dalam jumlah besar. Ini mengindikasikan investor institusional ikut melepas kepemilikan.

Antony menambahkan, Bitcoin telah kehilangan area support di kisaran 65.000 hingga 62.000 dolar AS,memicu stop-loss beruntun dan membuka ruang penurunan ke area 60.000 dolar AS.

Pelemahan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin.Ethereum (ETH) sempat turun di bawah 1.800 dolar AS, sementara Solana (SOL) menembus level 70 dolar AS untuk pertama kalinya sejak Desember 2023.

Tekanan ini menunjukkan aksi jual yang meluas di pasar kripto.

Antony menegaskan, pelemahan ini tidak hanya dialami pasar kripto, tetapi juga terlihat di pasar saham teknologi dan aset berisiko lain.

“Ketika investor global mengurangi eksposur risiko, kripto biasanya juga ikut terdampak,” jelasnya.

Antony menjelaskan, kondisi ini mencerminkan fase risk-off di pasar global. Investor mulai mengurangi kepemilikan pada aset berisiko di tengah pengetatan likuiditas dan rilis data ekonomi yang mengecewakan.

Terkait pergerakan selanjutnya, antony menegaskan bahwa arah Bitcoin akan sangat bergantung pada stabilitas pasar global dan respons investor terhadap kondisi makro.

“Selama sentimen global belum stabil, pergerakan Bitcoin masih akan mudah berfluktuasi,” pungkasnya.