Tutup
News

BNPB Salurkan Bantuan Darurat ke Warga Tanah Datar

55
×

BNPB Salurkan Bantuan Darurat ke Warga Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
bnpb-salurkan-bantuan-darurat-untuk-tanah-datar
BNPB Salurkan Bantuan Darurat Untuk Tanah Datar

Tanah Datar – Bantuan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar mulai berdatangan pada hari ketiga status tanggap darurat bencana. Berbagai pihak ikut terlibat dalam respons cepat, mulai dari BNPB, pemerintah daerah, swasta, masyarakat, BUMD, hingga perantau.

BNPB menyalurkan bantuan logistik dan peralatan untuk mendukung penanganan darurat serta pemenuhan kebutuhan dasar warga. Penyerahan simbolis dilakukan Staf Fungsional BNPB Yustam kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra di Gedung Indojolito, Batusangkar, jumat (15/5/2026).

Yustam menyebut bantuan itu diberikan sebagai tindak lanjut atas laporan Pemkab Tanah Datar mengenai bencana yang melanda sejumlah wilayah. Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menangani situasi di lapangan.

“BNPB hari ini menyerahkan bantuan logistik darurat serta dana siap pakai sebesar Rp223.450.000 untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak pascabencana,” kata Yustam.

Bantuan yang dikirim mencakup 200 paket sembako, 150 paket makanan siap saji, 50 paket hygiene kit, 200 lembar matras, 100 lembar terpal, dan 100 lembar selimut.

Setelah penyerahan, Yustam bersama Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly meninjau langsung lokasi yang terdampak banjir dan longsor. BNPB memastikan akan terus mengawal penanganan lanjutan, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak.“Temuan di lapangan dan langkah penanganannya akan kami laporkan kepada pimpinan,” ujarnya. Ia menegaskan BNPB akan memantau kebutuhan daerah terdampak secara berkala.

Eka Putra menjelaskan,bencana itu dipicu hujan lebat yang mengguyur Tanah Datar sejak 12 Mei 2026 pukul 14.00 WIB hingga 13 Mei 2026 pukul 04.00 WIB. Dampaknya terasa di sejumlah kecamatan, seperti Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung.

“Malam itu juga kami langsung rapat koordinasi bersama Forkopimda dan menetapkan status Tanggap Darurat bencana selama 14 hari,sekaligus berkoordinasi dengan BNPB Pusat dan Kementerian PUPR,” kata Eka Putra.

Ia merinci, bencana tersebut menyebabkan 14 rumah rusak berat, 60 rumah rusak sedang, serta 10 jembatan hanyut dan rusak. Sekitar 80 kepala keluarga sempat terisolasi, sementara ratusan hektare sawah warga ikut terdampak.

“Alhamdulillah,berkat gerak cepat semua unsur,saat ini akses warga yang sebelumnya terisolasi sudah bisa dilalui lewat jembatan darurat yang dibuat masyarakat secara gotong royong,” ujar Eka Putra.

Menurut dia, BNPB bersama tim Zipur juga telah melakukan survei di lapangan. Jembatan darurat akan segera dibangun agar kendaraan bisa melintas, distribusi bahan pokok tetap lancar, dan aktivitas warga kembali normal.

Eka Putra pun mengingatkan warga agar tetap waspada karena BMKG masih memprakirakan curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.