Tutup
News

BRI Bangun Hunian Sementara, Pulihkan Aceh Pascabencana

261
×

BRI Bangun Hunian Sementara, Pulihkan Aceh Pascabencana

Sebarkan artikel ini
bri-dukung-pembangunan-rumah-hunian-danantara-di-aceh,-percepat-pemulihan-pascabencana
BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh, Percepat Pemulihan Pascabencana

Aceh Tamiang – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera.

Kali ini, BRI bersama Danantara Indonesia dan BUMN Peduli mendukung pembangunan Rumah Hunian danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Huntara ini merupakan hunian layak sementara bagi masyarakat terdampak bencana.

Dukungan BRI dan Himbara berupa pembiayaan dan logistik. Pembangunan Huntara dimulai 24 Desember 2025 dan berjalan cepat.

Sebanyak 600 unit Huntara akan diserahkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) pada 8 Januari 2026 untuk warga terdampak.

pembangunan akan dilanjutkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.Tujuannya, memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga terdampak.

Seluruh Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat. Ini termasuk struktur aman, air bersih, sanitasi, listrik, dan layanan kesehatan.

Kawasan hunian juga dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, internet, dan listrik gratis.

Presiden RI Prabowo saat berkunjung ke Aceh Tamiang (1/1/2026) menegaskan bahwa tujuan negara adalah meringankan penderitaan masyarakat.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” kata Presiden Prabowo.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pencapaian ini berkat kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya,” jelasnya.

Rosan menekankan bahwa Huntara bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan bagian dari tahapan pemulihan yang lebih besar.

“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Pembangunan tahap pertama Huntara adalah hasil kolaborasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan program BUMN Peduli.

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyediakan lahan, sementara tujuh BUMN karya terlibat dalam konstruksi ratusan unit Huntara dengan sistem percepatan dan modular. PT Hutama Karya (Persero) menjadi koordinator lapangan.