Tutup
Teknologi

BRIN dan PTPN IV Olah Limbah Sawit Menjadi Biometana

91
×

BRIN dan PTPN IV Olah Limbah Sawit Menjadi Biometana

Sebarkan artikel ini
bukan-sulap-bukan-sihir,-limbah-sawit-disulap-jadi-‘kembaran’-lpg
Bukan Sulap Bukan Sihir, Limbah Sawit Disulap Jadi ‘Kembaran’ LPG

Jakarta – Pemanfaatan limbah kelapa sawit kini dioptimalkan menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT) melalui pengembangan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG). Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan PTPN IV PalmCo guna menekan ketergantungan impor LPG.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menegaskan bahwa perusahaan kini menerapkan paradigma baru dalam pengelolaan limbah. Sisa hasil produksi yang dulunya dipandang sebagai beban lingkungan, kini disulap menjadi komoditas energi bernilai ekonomi tinggi.

Dalam praktiknya, teknologi ini mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) serta biomassa tandan kosong menjadi biomethana berkualitas tinggi. Jatmiko menyebut Bio-CBG sebagai “kembaran hijau” dari gas alam terkompresi atau CNG yang bisa menjadi bahan bakar alternatif potensial.

Sebagai langkah awal, fasilitas pengolahan Bio-CBG tengah dibangun di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Sumatra Utara. Pihaknya menargetkan sebanyak 17 instalasi siap beroperasi secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang.

Demi memacu realisasi target tersebut, PalmCo menjadwalkan peletakan batu pertama untuk delapan proyek baru sepanjang tahun ini. Gas yang dihasilkan nantinya diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri maupun transportasi.

Inovasi ini dinilai sebagai langkah tepat bagi Indonesia mengingat statusnya sebagai produsen sawit terbesar di dunia. Melimpahnya ketersediaan limbah cair dan biomassa diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.