Bursa Saham

Saham JECX Resmi Melantai di BEI, Simak Potensi Kenaikan Harga Perdana

52
×

Saham JECX Resmi Melantai di BEI, Simak Potensi Kenaikan Harga Perdana

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), perusahaan pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata Jakarta Eye Center (JEC), resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026. Saham emiten ini diprediksi akan mengalami penguatan pada hari pertama perdagangan seiring dengan tingginya minat investor selama masa penawaran umum.

Antusiasme pasar terlihat jelas dari jumlah investor yang berebut mendapatkan saham JECX selama masa penawaran pada 1-3 Juli 2026. Tercatat lebih dari 400.000 investor atau Single Investor Identification (SID) yang mengantre untuk menyerap saham perdana tersebut.

JECX menetapkan harga final penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di angka Rp1.250 per saham. Dengan penetapan harga ini, perusahaan berhasil menghimpun nilai emisi total sebesar Rp609,98 miliar.

Nilai tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan target maksimal perseroan yang sebelumnya dipatok pada angka Rp683,17 miliar. Dalam aksi korporasi ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) berperan sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berdasarkan prospektus, JECX melepas 487.983.500 saham kepada publik, yang mencakup 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Sebanyak 325.322.300 lembar di antaranya merupakan saham baru, sementara 162.661.200 lembar lainnya berasal dari divestasi milik pemegang saham Waldensius Girsang.

Divestasi saham milik Waldensius Girsang dilakukan guna memenuhi ketentuan free float yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh saham yang ditawarkan memiliki nilai nominal Rp16 per lembar.

Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan diprioritaskan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan utang. Perseroan mengalokasikan Rp40 miliar untuk pembayaran utang ke PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Rp100 miliar untuk pelunasan utang ke PT Bank HSBC Indonesia.

Selain itu, JECX akan menyalurkan dana sebesar Rp185 miliar kepada anak usahanya untuk mendukung operasional dan kewajiban keuangan. Rinciannya meliputi Rp50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali, Rp100 miliar untuk PT Orbita, dan Rp35 miliar untuk PT JEC Candi Sejahtera.

Sisa dana dari hasil penawaran publik tersebut akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional sehari-hari. Penggunaan dana ini direncanakan akan rampung secara bertahap paling lambat pada 31 Desember 2027.

Selain IPO, perseroan juga menyelenggarakan Program Alokasi Saham Karyawan atau Employee Stock Allocation (ESA). Sebanyak 11.165.000 saham atau 2,29% dari total saham yang ditawarkan dialokasikan khusus bagi karyawan perusahaan.

Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan layanan kesehatan mata di Indonesia. Optimalisasi pendanaan melalui pasar modal ini menjadi kunci bagi JECX untuk mengefisiensikan struktur utang sekaligus memperkuat fundamental perusahaan ke depan.