Technology

Unitree Lolos Uji IPO, Persaingan Robot Humanoid Tiongkok Kian Sengit

77
×

Unitree Lolos Uji IPO, Persaingan Robot Humanoid Tiongkok Kian Sengit

Sebarkan artikel ini

HANGZHOU – Unitree Robotics selangkah lagi melantai di bursa saham Shanghai setelah dinyatakan lolos sidang komite pencatatan pada Senin (1/6/2026). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan rintisan asal Hangzhou tersebut dalam memantapkan posisinya di tengah persaingan industri robot humanoid global yang kian sengit.

Perusahaan ini menargetkan perolehan dana segar sebesar 4,2 miliar yuan atau sekitar Rp11,92 triliun melalui penawaran umum perdana (IPO) di STAR Market. Unitree berencana melepas minimal 40,4 juta saham atau setara dengan 10 persen kepemilikan perusahaan.

Keputusan tersebut diambil setelah Unitree melalui serangkaian pemeriksaan ketat oleh regulator sejak pengajuan proposal pada 20 Maret lalu. Kini, langkah perusahaan tinggal memasuki tahap registrasi dan penerbitan saham.

Secara finansial, Unitree menunjukkan performa yang cukup solid. Sepanjang tahun lalu, mereka mencatatkan pendapatan sebesar 1,7 miliar yuan dengan laba bersih mencapai 590,8 juta yuan. Capaian laba ini menempatkan Unitree sebagai pemimpin efisiensi operasional di antara para kompetitornya di sektor robot humanoid.

Namun, perusahaan tetap menghadapi tantangan margin. Pada kuartal pertama tahun ini, meski pendapatan naik 68 persen secara tahunan menjadi 422,8 juta yuan, laba bersih yang disesuaikan justru terkoreksi lebih dari 52 persen menjadi 40,3 juta yuan. Penurunan ini dipicu oleh besarnya biaya riset dan pengembangan, serta dinamika pasar terhadap euforia robot humanoid.

Untuk menghadapi persaingan dari raksasa global seperti Tesla dengan proyek Optimus-nya, Unitree kini memfokuskan investasi pada pengembangan kecerdasan buatan. Mereka tengah mengoptimalkan teknologi *World-Model-Action* (WMA) dan *Vision-Language-Action* (VLA) agar robot mampu memahami lingkungan fisik dan menerjemahkan instruksi manusia dengan lebih presisi.

Analis Morgan Stanley, Zhong Sheng, menilai langkah IPO ini akan meningkatkan minat pasar terhadap saham-saham sektor robotika. Senada dengan itu, analis UBS, Phyllis Wang, menyebut bahwa meskipun produksi massal robot humanoid masih terkendala keterbatasan data dan teknologi “otak” AI, pertumbuhan sektor ini diprediksi tetap positif.

UBS memperkirakan pengiriman robot humanoid secara global dapat mencapai 30.000 unit pada 2026. Wang menambahkan bahwa peningkatan kapasitas produksi dan integrasi sistem akan memberikan dampak positif, terutama bagi perusahaan rantai pasok komponen di Tiongkok.

Keberhasilan Unitree menembus pasar modal menjadi sinyal kuat bahwa industri robot humanoid bukan lagi sekadar eksperimen masa depan. Saat ini, sektor tersebut telah bertransformasi menjadi arena strategis yang menentukan peta dominasi teknologi dunia.