Payakumbuh – Prestasi gemilang kembali diraih pelajar asal Kota Payakumbuh dalam ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026. Dua karya inovatif dari daerah ini berhasil melaju ke babak final, sekaligus memperkokoh dominasi Payakumbuh yang konsisten berprestasi dalam lima tahun terakhir.
Dua inovasi yang lolos seleksi ketat pada Kamis (4/6/2026) tersebut adalah SAVIOR (Smart Agriculture Vision Observer and Responder) dari SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah dan INOCER (Intelligence Food Composition Checker and Recommendation) dari SMP Islam Raudhatul Jannah.
Kepala Bappeda Kota Payakumbuh, Syafwal, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan seleksi berjenjang sebelum mengirimkan karya tersebut ke tingkat provinsi. Ia menekankan bahwa inovasi yang dipilih harus relevan dengan kebutuhan pembangunan, khususnya dalam mendukung misi ketahanan pangan nasional.
Secara teknis, SAVIOR hadir sebagai solusi otomasi pemantauan di sektor pertanian. Sementara itu, INOCER merupakan perangkat cerdas yang mampu memeriksa komposisi pangan sekaligus memberikan rekomendasi kesehatan bagi penggunanya.
Kepala DPMD Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas para pelajar tersebut. Menurutnya, kemampuan anak muda dalam menciptakan solusi berbasis teknologi adalah modal berharga bagi kemajuan daerah.
“Payakumbuh keren. Rawat inovasi-inovasi ini serta anak-anak kita agar terus berpikir intelektual,” ujar Yozarwardi saat meninjau proses penilaian. Ia berharap pembinaan terus dilakukan agar karya-karya ini mampu memberikan manfaat praktis di tengah masyarakat, bukan sekadar menjadi juara kompetisi.
Koordinator Inovasi Kota Payakumbuh, Robby Hafanos, menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap memberikan dukungan keberlanjutan. Bentuk dukungan tersebut mencakup fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hingga akses promosi bagi produk inovasi pemenang.
Robby berharap capaian ini dapat memantik semangat generasi milenial dan Gen Z lainnya untuk lebih responsif terhadap persoalan lingkungan. Ia ingin agar generasi muda di daerahnya terus tumbuh menjadi sosok pemecah masalah atau problem solver yang solutif bagi masyarakat.







