Tutup
News

Festival Rang Mudo Pasbar: Wadah Pemersatu Etnis

308
×

Festival Rang Mudo Pasbar: Wadah Pemersatu Etnis

Sebarkan artikel ini
dinas-kebudayaan-dan-dprd-sumbar-gelar-festival-rang-mudo-tali-tigo-sapilin-di-pasbar
Dinas Kebudayaan dan DPRD Sumbar Gelar Festival Rang Mudo Tali Tigo Sapilin di Pasbar

PASBAR – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus berupaya mendorong potensi daerah melalui penyelenggaraan Festival Rang Mudo Tali Tigo Sapilin. Festival yang digelar di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Sabtu (12/7) lalu, diharapkan menjadi wadah pemersatu keberagaman etnis sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah.

Pj Sekretaris Daerah Doddy San Ismail mewakili Bupati pasaman Barat Yulianto menyampaikan, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Festival ini menjadi ruang pemersatu,menampilkan wajah keberagaman di Pasaman Barat,namun tetap harmonis,” ujarnya. Doddy menambahkan, Pemkab Pasbar berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan budaya, seni, dan UMKM sebagai bagian dari kemajuan daerah.

Festival yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Sumbar bersama anggota DPRD Sumbar Ade Putra ini, dibuka secara resmi dengan pemukulan gendang. Acara tersebut dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Ny. sifrowati Yulianto, kepala OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, camat, tokoh masyarakat, tokoh adat, pelaku seni, dan stakeholder terkait lainnya.

Festival ini menampilkan beragam pertunjukan seni budaya, stan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Pasaman Barat, dan penampilan seni tradisi.

Ade Putra, anggota DPRD Sumbar, menjelaskan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan DPRD Sumbar dalam upaya mempromosikan kekayaan budaya dan potensi wisata Pasaman Barat.

Dengan mengusung tema Tali Tigo Sapilin Nagari Nan Rancak, kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan Kabupaten Pasaman Barat hingga ke tingkat Nasional hingga Internasional. “Pasaman Barat memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa, mulai dari gunung, pantai, hingga kebun dan perairan. Hal ini merupakan potensi besar yang harus dikembangkan,” tutur Ade Putra.

Ade Putra juga menekankan peran penting generasi muda dalam menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan berskala Nasional,yang dapat menarik wisatawan dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM.”Kita juga telah menggelar event motocross beberapa Minggu yang lalu, sehingga berhasil menghadirkan 40 ribu pengunjung, hal ini sebagai bukti bahwa sinergi budaya dan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.