Tutup
Regulasi

Glencore Lepas Saham NCKL, Kantongi Keuntungan Berapa?

315
×

Glencore Lepas Saham NCKL, Kantongi Keuntungan Berapa?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kabar terbaru dari pasar modal, investor utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), Glencore International Investment Ltd, terpantau mengurangi kepemilikan sahamnya di perusahaan tambang nikel tersebut.

Perusahaan pertambangan dan perdagangan komoditas global asal Swiss itu melepas sebagian sahamnya dalam beberapa transaksi yang berlangsung sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Glencore melakukan penjualan saham NCKL sebanyak lima kali.

Transaksi pertama terjadi pada 29 Desember 2025, dengan penjualan 3,28 juta saham NCKL pada harga Rp 1.129 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 3,71 miliar.

Selanjutnya, pada 30 Desember 2025, Glencore kembali melepas 5 juta saham NCKL di harga Rp 1.137 per saham atau senilai Rp 5,69 miliar.

Aksi jual berlanjut pada 2 Januari 2026, di mana Glencore melego 10 juta saham NCKL dengan harga Rp 1.167 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 11,67 miliar.

Pada 6 Januari 2026, Glencore melanjutkan penjualan saham NCKL sebanyak 64,24 juta saham dengan harga Rp 1.288 per saham, senilai Rp 82,73 miliar.

Transaksi terakhir terjadi pada 7 Januari 2026, dengan penjualan 122,45 juta saham NCKL pada harga Rp 1.414 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 173,14 miliar.

Secara keseluruhan, Glencore menjual 204.970.100 saham NCKL dalam periode tersebut dan meraup keuntungan sebesar Rp 276,94 miliar.

“Tujuan transaksi ini adalah penjualan saham dengan status kepemilikan langsung,” jelas Glencore International Investment Ltd dalam keterbukaan informasi pada Jumat (9/1).

Dengan penjualan ini, kepemilikan saham Glencore International Investment Ltd di NCKL berkurang dari 4.534.708.000 saham (7,20%) menjadi 4.329.737.900 saham (6,87%).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…