Regulasi

Glencore Lepas Saham NCKL, Kantongi Keuntungan Berapa?

366
×

Glencore Lepas Saham NCKL, Kantongi Keuntungan Berapa?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kabar terbaru dari pasar modal, investor utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), Glencore International Investment Ltd, terpantau mengurangi kepemilikan sahamnya di perusahaan tambang nikel tersebut.

Perusahaan pertambangan dan perdagangan komoditas global asal Swiss itu melepas sebagian sahamnya dalam beberapa transaksi yang berlangsung sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Glencore melakukan penjualan saham NCKL sebanyak lima kali.

Transaksi pertama terjadi pada 29 Desember 2025, dengan penjualan 3,28 juta saham NCKL pada harga Rp 1.129 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 3,71 miliar.

Selanjutnya, pada 30 Desember 2025, Glencore kembali melepas 5 juta saham NCKL di harga Rp 1.137 per saham atau senilai Rp 5,69 miliar.

Aksi jual berlanjut pada 2 Januari 2026, di mana Glencore melego 10 juta saham NCKL dengan harga Rp 1.167 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 11,67 miliar.

Pada 6 Januari 2026, Glencore melanjutkan penjualan saham NCKL sebanyak 64,24 juta saham dengan harga Rp 1.288 per saham, senilai Rp 82,73 miliar.

Transaksi terakhir terjadi pada 7 Januari 2026, dengan penjualan 122,45 juta saham NCKL pada harga Rp 1.414 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 173,14 miliar.

Secara keseluruhan, Glencore menjual 204.970.100 saham NCKL dalam periode tersebut dan meraup keuntungan sebesar Rp 276,94 miliar.

“Tujuan transaksi ini adalah penjualan saham dengan status kepemilikan langsung,” jelas Glencore International Investment Ltd dalam keterbukaan informasi pada Jumat (9/1).

Dengan penjualan ini, kepemilikan saham Glencore International Investment Ltd di NCKL berkurang dari 4.534.708.000 saham (7,20%) menjadi 4.329.737.900 saham (6,87%).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi korporasi akan lebih selektif setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, di pasar obligasi, kenaikan suku bunga kebijakan biasanya menekan harga obligasi lama dan mendorong yield naik. Bagi emiten, kondisi ini berarti biaya penerbitan baru menjadi lebih mahal. Emiten yang tidak memiliki…