Regulasi

IHSG Ditutup Melemah 1,70 Persen pada Perdagangan Kamis Sore

62
×

IHSG Ditutup Melemah 1,70 Persen pada Perdagangan Kamis Sore

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi dalam sebesar 101,28 poin atau 1,70 persen ke level 5.839,78 pada perdagangan Kamis. Sepanjang sesi, indeks sempat terperosok ke level terendah 5.644 sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan pasar.

Pelemahan ini dipicu oleh akumulasi sentimen negatif, baik dari domestik maupun eksternal. Di pasar dalam negeri, rendahnya kepercayaan investor serta maraknya rumor yang beredar memperburuk tekanan jual yang sudah terjadi sejak hari sebelumnya.

Sentimen negatif kian diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi 0,46 persen ke posisi Rp18.049 per dolar AS. Kondisi ini diperburuk dengan terus berlanjutnya arus keluar dana asing (*capital outflow*), baik dari pasar saham maupun surat berharga negara.

Pengamat pasar modal, Elandry Pratama, menyebut penurunan IHSG merupakan dampak dari kombinasi sentimen buruk yang datang bersamaan. Selain pelemahan rupiah, pasar bereaksi negatif terhadap *outlook* Moody’s terkait Danantara.

Dari sisi eksternal, tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas turut menekan pasar. Selain itu, kebijakan tarif baru yang diusung Presiden AS Donald Trump diprediksi akan berdampak negatif bagi sektor ekspor Indonesia.

“Kombinasi berbagai sentimen negatif tersebut diperburuk oleh faktor teknikal berupa *panic selling* dan efek *margin call*, sehingga aksi jual semakin masif,” ungkap Elandry.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai tekanan jual masih cukup kuat. Hal ini terlihat dari pelebaran histogram negatif pada indikator *Moving Average Convergence Divergence* (MACD) dan pola *death cross* pada *Stochastic RSI*. Ke depan, pergerakan indeks diprediksi masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah, berpotensi menguji area *support* di rentang 5.700-5.800.

Kondisi lesu melanda seluruh sektor di bursa. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, kesebelas sektor ditutup di zona merah. Sektor industri mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 4,07 persen, disusul sektor properti 3,28 persen, dan barang konsumsi primer 2,36 persen.

Data perdagangan mencatat frekuensi transaksi sebanyak 2,29 juta kali dengan volume 39,68 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp25,53 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 623 saham melemah, sementara hanya 106 saham yang mampu menguat, dan 85 saham lainnya stagnan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi tajam pada perdagangan hari Kamis (4/6/2026) seturut dengan pelemahan rupiah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 1,70% atau terpangkas 101,28 poin ke level 5.839,78 pada penutupan perdagangan. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 5.644 dan level tertinggi 5.924. Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Selasa…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (4/6/2026), seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang masih membayangi sentimen pasar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ditutup melemah 1,70% atau turun 101,28 poin ke level 5.839,78. Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga batubara masih menunjukkan penguatan di tengah meningkatnya volatilitas pasar energi global. Namun, berbeda dengan minyak mentah yang terdorong sentimen geopolitik Timur Tengah, pergerakan batubara cenderung lebih dipengaruhi faktor fundamental permintaan dan pasokan. Melansir data Bloomberg per Rabu (3/6), harga batubara berada di level US$ 148 per ton. Angka tersebut naik 2,21% dibandingkan posisi sehari…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai. Dalam hal ini, pemegang saham MEDC merestui penetapan atas penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun 2025 sebesar US$ 87 juta sebagai dividen tunai kepada seluruh pemegang saham perusahaan. Angka ini termasuk dividen interim sebesar US$ 42…