Regulasi

Rupiah Melemah ke Rp18.000 dan Kenaikan BI Rate Tekan Daya Beli

98
×

Rupiah Melemah ke Rp18.000 dan Kenaikan BI Rate Tekan Daya Beli

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS serta kenaikan suku bunga acuan BI Rate ke posisi 5,25 persen mulai memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri, tak terkecuali sektor asuransi.

President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus, mengakui bahwa kondisi makroekonomi saat ini berdampak langsung pada operasional perusahaan. Ia menyoroti potensi kenaikan suku bunga yang dapat memicu inflasi sekaligus menekan daya beli masyarakat.

“Semua sektor pasti terkena dampaknya. Kenaikan suku bunga akan memengaruhi inflasi dan penurunan daya beli masyarakat,” ujar Maximiliaan di Jakarta, Kamis (6/4).

Maximiliaan menjelaskan bahwa industri asuransi kendaraan bermotor, yang menjadi salah satu lini bisnis utama Asuransi Astra, kini menghadapi tantangan serius. Melemahnya daya beli masyarakat diprediksi akan berdampak pada penurunan pembelian kendaraan melalui skema kredit.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dirasakan oleh klien korporasi yang memiliki beban operasional berbasis valuta asing. Hal ini dinilai memperumit kondisi pasar bagi para pelaku bisnis di tanah air.

Meski demikian, Maximiliaan menegaskan bahwa Asuransi Astra tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis. Strategi diversifikasi portofolio menjadi kunci utama agar perusahaan tetap relevan dan tangguh di tengah tekanan industri otomotif.

“Kami tetap memproyeksikan pertumbuhan karena perusahaan terus melakukan diversifikasi. Langkah ini diambil agar Asuransi Astra tetap resilien dan mampu beradaptasi dalam kondisi ekonomi yang sulit sekalipun,” tutupnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi tajam pada perdagangan hari Kamis (4/6/2026) seturut dengan pelemahan rupiah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 1,70% atau terpangkas 101,28 poin ke level 5.839,78 pada penutupan perdagangan. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 5.644 dan level tertinggi 5.924. Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Selasa…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (4/6/2026), seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang masih membayangi sentimen pasar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ditutup melemah 1,70% atau turun 101,28 poin ke level 5.839,78. Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga batubara masih menunjukkan penguatan di tengah meningkatnya volatilitas pasar energi global. Namun, berbeda dengan minyak mentah yang terdorong sentimen geopolitik Timur Tengah, pergerakan batubara cenderung lebih dipengaruhi faktor fundamental permintaan dan pasokan. Melansir data Bloomberg per Rabu (3/6), harga batubara berada di level US$ 148 per ton. Angka tersebut naik 2,21% dibandingkan posisi sehari…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai. Dalam hal ini, pemegang saham MEDC merestui penetapan atas penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun 2025 sebesar US$ 87 juta sebagai dividen tunai kepada seluruh pemegang saham perusahaan. Angka ini termasuk dividen interim sebesar US$ 42…