Tutup
EkonomiEnergiPerbankanPerdagangan

Iran Beri Lampu Hijau, Kapal Indonesia Segera Lintasi Hormuz

206
×

Iran Beri Lampu Hijau, Kapal Indonesia Segera Lintasi Hormuz

Sebarkan artikel ini
pertamina-buka-suara-soal-update-terkini-kapal-ri-di-selat-hormuz
Pertamina Buka Suara soal Update Terkini Kapal RI di Selat Hormuz

Jakarta – Kabar baik datang dari Timur Tengah. Iran memberikan sinyal positif untuk dua kapal tanker Indonesia melintasi Selat Hormuz.

Selat strategis ini sebelumnya ditutup akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.PT Pertamina International Shipping (PIS) kini tengah menyiapkan teknis perlintasan. Selat Hormuz sendiri menjadi titik panas akibat perang yang berkecamuk.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus dilakukan.Tujuannya, memastikan perlintasan aman di Selat Hormuz.

Saat ini,dua kapal Pertamina,Pride dan Gamsunoro,masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia.

“PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega, Minggu (29/3).

vega juga memastikan seluruh kru dan awak kapal dalam kondisi aman.

Kemlu RI pun menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dalam menangani situasi ini.

“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemlu, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” imbuh Vega.

Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya.

Sebelumnya, Kemlu RI mengabarkan bahwa Iran telah memberikan sinyal positif untuk memberikan izin dua kapal Pertamina melintas di Selat Hormuz.

“Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” kata jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, Sabtu (28/3).

Kemlu RI dan KBRI Tehran akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan pelintasan aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri nyaris sepenuhnya ditutup oleh Iran sejak serangan awal Amerika dan Israel pada 28 februari lalu.

penutupan Selat Hormuz mengacaukan pasar energi global dan membuat ratusan kapal tanker, termasuk kapal-kapal Indonesia, terjebak.

Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan minyak utama dunia, dengan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati selat tersebut.