Tutup
News

Kakanwil Ditjenpas dan Wali Kota Tinjau Pembinaan Rutan Padangpanjang

77
×

Kakanwil Ditjenpas dan Wali Kota Tinjau Pembinaan Rutan Padangpanjang

Sebarkan artikel ini
kakanwil-ditjenpas-sumbar-tebar-bibit-lele-dan-tinjau-rutan-padangpanjang
Kakanwil Ditjenpas Sumbar Tebar Bibit Lele dan Tinjau Rutan Padangpanjang

Padangpanjang – Rutan Kelas IIB Padangpanjang menjadi sorotan setelah jajaran pemerintah daerah dan pemasyarakatan meninjau langsung berbagai program pembinaan di dalamnya, Senin (4/5/2026). Kunjungan ini berlangsung usai peresmian Pos Bapas di MPP Padangpanjang dan diwarnai silaturahmi dengan warga binaan, penebaran 5.000 bibit ikan lele, serta penyaksian penandatanganan kerja sama lintas instansi.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumbar Kunrat kasmiri hadir bersama Wali Kota Padangpanjang hendri Arnis. Rombongan disambut Kepala Rutan Kelas IIB Padangpanjang Novri Abbas beserta jajaran dengan pemasangan sal, sementara Wakil Ketua DPRD Padangpanjang Mardiansyah, S.Kom, turut ambil bagian dalam agenda penebaran bibit ikan.

Di hadapan Hendri Arnis, Kunrat menjelaskan bahwa pembinaan di rutan kini diarahkan pada pemberdayaan dan ketahanan pangan. Menurut dia, warga binaan tidak hanya menjalani pembinaan keagamaan, tetapi juga mendapat pelatihan keterampilan yang bisa dipakai setelah bebas nanti.

Ia menyebut pelatihan membatik dijalankan melalui kerja sama dengan Canting Buana Kreatif yang dipimpin Widdianti. Sementara untuk sektor perikanan, bibit lele yang ditebar berasal dari bantuan Mardiansyah.

“Bibit lele ini sumbangan dari Pak Mardiansyah. Untuk pelatihan membatik, kami bekerja sama dengan Canting Buana Kreatif pimpinan Widdianti,” kata Kunrat.

Kunrat menambahkan, program pembinaan ke depan akan diperluas lewat pelatihan vokasi, PKBM, pelatihan Pramuka, hingga rencana pendirian pondok pesantren di lingkungan rutan. Ia menegaskan, seluruh agenda itu disiapkan agar warga binaan memiliki bekal pendidikan dan keterampilan yang lebih lengkap saat kembali ke masyarakat.

“Harapan kita, setelah bebas nanti mereka bisa menjadi santri, mampu mengaji, menjadi khatib Jumat, dan punya keterampilan yang berguna di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hendri Arnis meminta warga binaan tidak menyerah pada keadaan selama menjalani masa hukuman. Ia menilai pembinaan di dalam rutan dapat menjadi titik balik untuk memperbaiki hidup.

“alhamdulillah,saya dengar pelayanan di sini baik dan kegiatannya juga banyak untuk meningkatkan keterampilan,” kata Hendri Arnis.Seusai memberikan arahan, ia menyerahkan nasi bungkus dan rokok untuk seluruh warga binaan.

Hendri juga mengajak para warga binaan mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh agar memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu,Mardiansyah menilai bantuan bibit lele yang ia serahkan merupakan dukungan terhadap program kemandirian di Rutan Padangpanjang. Ia menyebut lele dipilih karena relatif mudah dipelihara dan dipasarkan.

“Kita berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk program pemberdayaan dan ketahanan pangan di Rutan Padangpanjang,” ujarnya. Ia juga menyatakan siap membantu dengan tenaga maupun pikiran untuk mendukung pembinaan di sana.

Novri Abbas mengungkapkan, jumlah warga binaan di rutan Padangpanjang saat ini mencapai 137 orang, jauh melampaui kapasitas ideal yang hanya 75 orang. Kondisi itu membuat pihaknya terus memperluas jalinan kerja sama dengan berbagai instansi agar pembinaan tetap berjalan efektif.

“Selama ini kami bekerja sama dengan Canting Buana Kreatif untuk membatik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Koto Katiak, Kantor Kemenag, serta TNI dan Polri untuk pengamanan,” kata Novri.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Novri Abbas dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Padangpanjang. Kolaborasi itu diharapkan memperkuat pembinaan warga binaan, terutama pada sektor pendidikan dan ketahanan pangan.