Travel

Kemenhub Tanggapi Isu Sepinya Turis di Bali: Apa Solusinya?

432
×

Kemenhub Tanggapi Isu Sepinya Turis di Bali: Apa Solusinya?

Sebarkan artikel ini

Denpasar – Kunjungan wisatawan ke Bali melalui jalur udara selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menunjukkan peningkatan sebesar 1,16 persen. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat total 82.445 penumpang tiba di Pulau Dewata pada periode 18-29 Desember 2025, lebih tinggi dibandingkan 81.500 penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan tingkat keterisian penumpang pesawat mencapai level tinggi, dan maskapai telah menambah penerbangan (extra flight) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami memastikan layanan angkutan udara selama periode Nataru, termasuk dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berjalan dengan baik, aman dan lancar,” ujar Lukman dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/12/2025).

Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerbitkan 285 izin terbang (Flight Approval/FA) untuk extra flight dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai selama periode 18-29 Desember 2025. Dari jumlah tersebut, 267 penerbangan telah terealisasi.

Rute Jakarta-Denpasar mencatat *load factor* rata-rata 94 persen, dengan keterisian kelas bisnis mencapai 83 persen dan kelas ekonomi 94 persen. Maskapai telah merealisasikan 71 *extra flight* pada rute ini.

Jumlah penerbangan rute Jakarta-Denpasar berkisar antara 32 hingga 45 penerbangan per hari, dengan penyesuaian operasional yang lazim terjadi selama periode libur panjang.

Kemenhub mencatat pergerakan pesawat harian sebanyak 467 penerbangan, naik 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, periode 18–28 Desember 2025 mencapai 4.787 penerbangan, naik 2,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pergerakan penumpang harian tercatat sebanyak 82.445 penumpang, dengan pergerakan kumulatif periode 18–28 Desember 2025 mencapai 768.949 penumpang. Realisasi *extra flight* kumulatif periode yang sama tahun ini sebanyak 267 penerbangan. *On Time Performance* (OTP) kumulatif sebesar 67,48 persen, dengan *load factor* kumulatif 74,05 persen.

Kemenhub juga mengamati dinamika kunjungan wisatawan ke Bali saat ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca, banjir akibat curah hujan tinggi, serta penanganan sampah di sejumlah wilayah. Namun, faktor-faktor itu tidak berdampak terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Pengawasan operasional terus kami lakukan, termasuk melalui kegiatan *ramp check* dan pengawasan tarif, agar layanan angkutan udara selama Nataru berjalan aman dan lancar,” tegas Lukman.

Sebelumnya, warganet sempat menyoroti sepinya kunjungan wisatawan ke Bali pada masa libur akhir tahun. Isu kebersihan lingkungan hingga pelayanan pariwisata menjadi beberapa faktor yang diungkapkan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengakui adanya penurunan wisatawan domestik ke Bali sebesar 2 persen hingga 26 Desember.

“Tapi memang wisatawan nusantaranya sedikit menurun, mungkin dikarenakan gencarnya informasi bahwa cuaca kurang baik dan juga hal-hal yang lain,” kata Widiyanti di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Widiyanti menambahkan, wisatawan dalam negeri lebih banyak mengunjungi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Kunjungan ke Yogyakarta diperkirakan meningkat signifikan tahun ini.