News

Zigo Rolanda Prioritaskan Kerja Nyata Bangun Sumatera Barat

52
×

Zigo Rolanda Prioritaskan Kerja Nyata Bangun Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
ngopi-sore-bareng-jps,-zigo-rolanda-bicara-tentang-sumbar-dan-perjuangan-untuk-rakyat
Ngopi Sore Bareng JPS, Zigo Rolanda Bicara tentang Sumbar dan Perjuangan untuk Rakyat

JAKARTA – Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Zigo Rolanda, menegaskan komitmennya untuk lebih mengedepankan kerja nyata dibandingkan retorika dalam mengawal aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Hal itu ia sampaikan saat berbincang santai dengan pengurus Jaringan Pemred Sumbar (JPS) di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum JPS Adrian Tuswandi, Sekretaris JPS Gilang Gardhiolla Gusvero, Bendahara Mona Sisca, serta Wakil Sekretaris Fardianto.

“Saya tidak ingin dikenal karena banyak bicara. Saya ingin dikenal karena banyak bekerja untuk Sumatera Barat,” ujar legislator muda dari Komisi V DPR RI tersebut.

Zigo memandang tugasnya sebagai wakil rakyat bukan sekadar menampung aspirasi, melainkan memastikan setiap keluhan warga dapat terealisasi melalui program pembangunan nasional. Saat ini, ia mengaku terus menjalin koordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait guna menyinkronkan kebutuhan daerah dengan program pemerintah pusat.

Baginya, Sumatera Barat memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan dukungan kebijakan serta akses infrastruktur yang memadai. Fokus perjuangannya tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan irigasi, tetapi juga mencakup penguatan sektor UMKM, pertanian, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Sumatera Barat tidak kekurangan potensi. Yang harus kita hadirkan adalah akses, dukungan, dan keberpihakan kebijakan,” tegas Zigo.

Politik, bagi Zigo, adalah sarana pengabdian murni untuk memberikan manfaat luas kepada masyarakat, bukan sekadar instrumen kekuasaan. Ia pun berkomitmen untuk terus berada di barisan terdepan selama masih ada permasalahan mendasar di daerah yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Selama masih ada jalan yang rusak, irigasi yang belum baik, dan masyarakat yang membutuhkan perhatian, maka perjuangan itu belum selesai,” pungkasnya.