Tutup
EnergiNews

Konflik AS-Israel Dorong Harga Energi Global Melonjak

275
×

Konflik AS-Israel Dorong Harga Energi Global Melonjak

Sebarkan artikel ini
dampak-perang-iran-vs-israel-as-mulai-terasa,-harga-bbm-ikut-melonjak
Dampak Perang Iran vs Israel-AS Mulai Terasa, Harga BBM Ikut Melonjak

Jakarta – Konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu lonjakan harga energi global. Harga bahan bakar di pompa bensin Amerika Serikat (AS) mulai merangkak naik akibat gangguan produksi dan distribusi minyak dunia.

Kondisi ini berpotensi menekan perekonomian AS yang sebelumnya sudah dihantui isu biaya hidup. Kenaikan harga energi dikhawatirkan semakin membebani pengeluaran rumah tangga.

Harga minyak mentah melonjak tajam sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu. Sempat berada di angka US$67 per barel, harga minyak naik mendekati US$97 per barel pada Senin. Bahkan sempat menembus US$100 per barel sebelum terkoreksi.

Kenaikan ini disebabkan gangguan produksi dan transportasi energi di kawasan kaya sumber daya energi. Ketegangan geopolitik memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak berkepanjangan di pasar global.

lonjakan harga minyak berdampak langsung pada harga bensin di AS. GasBuddy melaporkan harga rata-rata bensin naik sekitar 51 sen per galon dalam sepekan terakhir.

Kenaikan harga energi juga berpotensi meningkatkan tekanan politik pada pemerintahan Donald Trump. Pemerintah AS sebelumnya dikritik terkait tingginya biaya hidup, dan kenaikan harga bensin dapat memperburuk persepsi publik terhadap pengelolaan ekonomi.

Analis senior Eurasia Group, gregory Brew, memperkirakan harga bahan bakar masih berpotensi naik dalam waktu dekat.

“Saya pikir kenaikan harga minyak saat ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat bisa melihat harga bensin berada di kisaran US$3,50 hingga US$4 per galon pada minggu depan,dan solar bisa mencapai US$5 per galon minggu ini,” ujarnya,dikutip dari Al Jazeera,Selasa (10/3/2026).

Menurut Brew, dampak kenaikan harga energi saat ini kemungkinan lebih terasa secara politik dibandingkan secara ekonomi.Harga bensin yang tinggi sering memicu pemberitaan negatif dan menambah persepsi bahwa pemerintah tidak mampu menangani kondisi ekonomi dengan baik.

Sebagai informasi, rekor harga rata-rata bensin di AS terjadi pada Juni 2022, mencapai US$5,034 per galon setelah pecahnya perang Rusia di Ukraina.