Tutup
News

Mahasiswa ISI Surakarta Pentaskan Teater, Raih Gelar Doktor

239
×

Mahasiswa ISI Surakarta Pentaskan Teater, Raih Gelar Doktor

Sebarkan artikel ini
kurniasih-zaitun-gelar-promosi-doktor-lewat-karya-teater-“jual-bual”-di-isi-surakarta
Kurniasih Zaitun Gelar Promosi Doktor Lewat Karya Teater “Jual Bual” di ISI Surakarta

Surakarta – Mahasiswa S3 Penciptaan Seni ISI Surakarta, kurniasih Zaitun, akan menjalani sidang promosi doktor yang tak biasa.

Ia akan mementaskan teater berjudul “Jual Bual” sebagai bagian dari ujian disertasinya.

Pementasan akan digelar di Teater Arena Taman Budaya Surakarta,Jawa Tengah,pada Senin,9 februari 2026,pukul 19.00–22.00 WIB.

“jual Bual” merupakan bagian penting dari disertasinya yang berjudul “Dramaturgi Kurenah dalam Penciptaan teater Jual Bual”.

Disertasi ini adalah penelitian berbasis praktik yang berangkat dari pengamatan langsung terhadap pedagang obat kaki lima di pasar tradisional Minangkabau.

Kurniasih Zaitun,yang juga mengajar di ISI Padang Panjang,mengungkapkan bahwa proses penciptaan “Jual bual” memakan waktu hampir satu tahun.

Riset artistik dan konseptualnya sendiri berlangsung sekitar empat tahun.

Ide “Jual Bual” berawal dari pengalaman artistiknya sejak menyelesaikan Program Magister Penciptaan Seni di ISI Surakarta pada 2008.

Karyanya saat itu, “Komplikasi”, menyoroti berbagai penyakit sosial dengan menjadikan praktik komunikasi pedagang obat kaki lima sebagai cermin relasi sosial masyarakat.

dalam disertasinya, praktik jual obat tidak hanya dipahami sebagai aktivitas ekonomi.

Namun, lebih dari itu, sebagai peristiwa performatif, ruang di mana bahasa, tubuh, waktu, dan kepercayaan dipertaruhkan di hadapan publik.

Konsep kunci dalam disertasi ini adalah “kurenah”, istilah lokal Minangkabau yang merujuk pada perilaku dan kecerdikan sosial.

“Kurenah” memadukan siasat, kelenturan bahasa, permainan tubuh, serta pengelolaan waktu dalam situasi komunikasi.

Melalui pendekatan teater postdramatik, “Jual bual” tidak dibangun melalui alur cerita linear, melainkan melalui kolase peristiwa performatif.

Teks bersifat cair dan improvisatif, bahasa berfungsi menunda makna, sementara format pertunjukan menyerupai talkshow atau podcast interaktif.

“Salah satu kebaruan yang ditawarkan adalah perumusan jeda dramatik sebagai strategi dramaturgis yang berakar pada tubuh matrilineal,” jelas Kurniasih.

Sidang promosi doktoral Kurniasih akan dipromotori oleh Dr.Dr.Eko Supriyanto,S.Sn., M.F.A., dengan dr. Yusril, M.Sn. sebagai kopromotor.

Tim penguji terdiri dari Dr. Bondet Wrahatnala, S.sos., M.Sn. (ketua), Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn. (sekretaris), prof. dr. Sri Rohana Widyastutiningrum, S.Kar., M.Hum., Prof.Pande Made Sukerta, S.Kar., M.Si., Dr. Wahyu Novianto, S.Sn.,M.Sn.,Prof. Sardono W. Kusomo,serta Prof. Dr. Stepanus Hanggar.