Tutup
EkonomiNewsPerbankan

Mahyeldi Dorong Tabungan Warga Menggerakkan Ekonomi Daerah

76
×

Mahyeldi Dorong Tabungan Warga Menggerakkan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-dorong-tabungan-bank-nagari-gerakkan-ekonomi-daerah
Mahyeldi Dorong Tabungan Bank Nagari Gerakkan Ekonomi Daerah

Solok – Ribuan warga tumpah ruah di Taman Kota Solok, Minggu (10/5/2026), saat Bank Nagari menggelar puncak Gebyar Hadiah tabungan untuk periode 1 Agustus 2025 hingga 31 Maret 2026. ajang ini tidak hanya menjadi momen pengundian hadiah, tetapi juga sarana menguatkan budaya menabung dan mendorong literasi keuangan masyarakat.

Sejak pagi, area taman dipadati pengunjung yang mengikuti rangkaian acara, mulai dari pengundian hadiah utama, hiburan rakyat, hingga promosi layanan digital Bank nagari. Suasana berlangsung meriah di jantung Kota solok dengan antusiasme warga yang tinggi.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang hadir pada kegiatan itu menegaskan bahwa menabung perlu dipahami sebagai bagian dari penggerak ekonomi, bukan sekadar menyimpan uang. Ia menilai, dana masyarakat yang dihimpun melalui tabungan punya peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Budaya menabung merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi, baik pada tingkat individu, keluarga, maupun daerah. Setiap rupiah yang ditabung masyarakat sesungguhnya ikut menjadi kekuatan pembangunan daerah,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menekankan bahwa Bank Nagari memegang peran yang lebih luas daripada hanya sebagai lembaga keuangan. Menurut dia, bank daerah itu ikut membantu pemerintah memperluas akses layanan keuangan, memperkuat UMKM, serta mendorong inklusi keuangan hingga ke wilayah pelosok.

Mahyeldi mengapresiasi konsistensi Bank Nagari dalam menghadirkan inovasi layanan dan program penghargaan bagi nasabah. Ia menilai, Gebyar Hadiah Tabungan menjadi salah satu cara efektif untuk menghimpun dana masyarakat yang kemudian dapat disalurkan kembali ke sektor-sektor produktif.

“Bank Nagari terus melakukan transformasi, baik dari sisi digitalisasi layanan, penguatan manajemen risiko, maupun peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, Bank Nagari menjadi semakin dipercaya masyarakat Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

menurutnya, semakin banyak warga terhubung dengan layanan perbankan formal, semakin besar pula peluang pembiayaan bagi sektor produktif. Ia pun menegaskan agar dana tabungan tidak berhenti sebagai simpanan semata, melainkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan yang bermanfaat.

“Tabungan tidak boleh berhenti hanya sebagai simpanan. Tabungan harus menjadi energi penggerak ekonomi daerah.Dana masyarakat yang dihimpun harus kembali disalurkan untuk pembiayaan sektor pertanian,industri pengolahan,pariwisata,dan sektor produktif lainnya yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Direktur Utama bank Nagari Gusti Candra menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sebagai bank milik pemerintah daerah. Ia memastikan pengelolaan dana nasabah dilakukan secara profesional dan berada di bawah pengawasan regulator keuangan nasional.

“Bank ini tunduk pada regulasi dan secara berkala diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.Alhamdulillah, tingkat kesehatan bank kita berada pada kategori sehat dengan rating yang kuat,” ujarnya.

Gusti Candra menjelaskan, hingga penutupan buku tahun 2025, total aset Bank Nagari mencapai Rp33,6 triliun. Layanan bank juga terus diperluas ke seluruh Sumatera Barat, termasuk wilayah kepulauan, melalui penguatan kantor layanan, ATM, CRM, EDC, dan kanal digital.

Pada gelaran tahun ini, Bank Nagari menyiapkan deretan hadiah, mulai dari satu unit Toyota Fortuner, satu Mitsubishi Xpander, satu honda Brio, lima paket umrah, tiga unit Yamaha NMAX, 56 unit Honda Vario 125, hingga hadiah emas dan berbagai hadiah lainnya.

rangkaian Gebyar Hadiah Tabungan Bank Nagari berlangsung pada 8-9 Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada 10 Mei 2026 di Kota Solok. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dan Bank Nagari untuk memperkuat literasi keuangan, menumbuhkan budaya menabung, serta mendorong ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.