PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadikan inovasi sebagai budaya kerja sehari-hari. Langkah ini dinilai krusial demi mengoptimalkan kinerja tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Data Indeks Inovasi Daerah (IID) di Auditorium Gubernuran, Rabu (10/6/2026). Ia menekankan bahwa kewajiban berinovasi merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
Menurut Gubernur, posisi IID sangat strategis karena menjadi salah satu indikator utama dalam Indeks Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Bahkan, capaian inovasi kini berpengaruh langsung terhadap parameter penentuan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN.
Sumatera Barat sendiri memiliki catatan prestasi yang impresif dengan predikat Provinsi Sangat Inovatif yang dipertahankan selama delapan tahun berturut-turut. Pada 2024, Sumbar sempat meraih peringkat pertama nasional, disusul posisi kedua pada tahun 2025.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, komitmen pimpinan daerah, kolaborasi seluruh perangkat daerah, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem inovasi yang kuat,” ujar Mahyeldi.
Sepanjang tahun 2025, Pemprov Sumbar tercatat telah mengunggah 487 inovasi ke dalam aplikasi IID, mencakup sektor pelayanan publik hingga tata kelola pemerintahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 208 inovasi telah diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk proses penilaian lebih lanjut.
Untuk ajang Innovative Government Award (IGA) 2026, Mahyeldi menginstruksikan jajarannya agar lebih proaktif. Salah satunya dengan mewajibkan setiap pejabat Eselon III untuk menciptakan setidaknya satu inovasi yang mencakup minimal lima dari enam urusan pelayanan dasar.
Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kinerja Pelaksanaan Inovasi Daerah Tahun 2026. Mahyeldi juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota se-Sumbar untuk bersinergi menyukseskan gelaran IGA 2026 yang akan dipusatkan di Sumatera Barat.







