Tutup
News

Mahyeldi Pacu Layanan Minim Luka, Endoskopi Jadi Solusi

261
×

Mahyeldi Pacu Layanan Minim Luka, Endoskopi Jadi Solusi

Sebarkan artikel ini
workshop-endoscopy,-mahyeldi-menkes-dorong-pemerataan-layanan-minim-luka
Workshop Endoscopy, Mahyeldi Menkes Dorong Pemerataan Layanan Minim Luka

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama Menteri Kesehatan RI meresmikan Endo-Laparoscopy Education and Training Center di RSUP Dr. M. Djamil Padang,Jumat (28/11/2025).

Pusat pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat, terutama dalam tindakan bedah minimal invasif.

Mahyeldi menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh kebijakan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat ketersediaan dokter spesialis sesuai Undang-Undang Kesehatan 2023.

Saat ini, Sumatera Barat memiliki delapan dokter bedah digestif, lima di antaranya bertugas di RSUP Dr. M. Djamil.

menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan layanan laparoskopi tersedia di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Menurutnya, bedah minimal invasif menawarkan risiko infeksi yang lebih rendah, waktu perawatan yang lebih singkat, dan biaya yang lebih efisien.

menkes menugaskan RSUP Dr. M. Djamil menjadi pengampu bagi 514 kabupaten/kota dalam pengembangan layanan laparoskopi, terutama untuk kasus kantung empedu, usus buntu, hernia, dan masalah kandungan.

Budi juga menyoroti tingginya harga alat kesehatan di e-katalog dan menekankan pentingnya pengadaan tanpa mark-up.

direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menyatakan rumah sakitnya bergerak menuju standar layanan berlevel Asia dengan dukungan teknologi modern dan SDM kompeten.

RSUP M. Djamil telah menjadi pusat transplantasi ginjal di Indonesia bagian barat dan mengembangkan berbagai program fellowship.

Rumah sakit ini juga meluncurkan tes molekuler cepat yang mampu mendeteksi infeksi kurang dari 24 jam.

Dovy menambahkan, Endo-laparoscopy Education and training Center memperkuat Center of excellence dan mempersiapkan tenaga medis menghadapi era bedah modern yang lebih aman, cepat, dan efisien.