Padang – Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) resmi merayakan hari lahirnya yang ke-60 dalam sebuah rangkaian acara di Hotel Imam Bonjol pada Kamis (2/7/2026).
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, hadir langsung untuk membuka workshop implementasi kurikulum sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi panjang yayasan tersebut.
Menurut Mahyeldi, perjalanan enam dekade YPBWI merupakan bukti nyata komitmen yayasan dalam membangun generasi berakhlak mulia serta mencerdaskan bangsa.
Ia menegaskan bahwa setiap institusi pendidikan idealnya mengintegrasikan nilai keimanan, penguasaan IPTEK, dan pembentukan karakter secara seimbang.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan lembaga pendidikan yang memiliki visi mencetak SDM unggul demi menyongsong Indonesia Emas.
Mahyeldi menyoroti pentingnya peran perempuan dan dukungan keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak di masa depan.
Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kurikulum pendidikan saat ini harus cukup adaptif mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keagamaan.
Falsafah pendidikan di Sumatera Barat sendiri, tutur Gubernur, selalu bertumpu pada aspek kecerdasan spiritual, intelektual, dan sosial.
Ia merujuk pada filosofi “Tali Tigo Sapilin” dan “Tungku Tigo Sajarangan” yang melibatkan sinergi antara ulama, niniak mamak, serta cadiak pandai sebagai standar ideal pendidikan.
Sosok tokoh besar seperti Buya Hamka dan Mohammad Natsir menjadi teladan bagi generasi muda karena dinilai sukses memadukan ketiga aspek kecerdasan tersebut dalam pengabdiannya.
Gubernur turut mengingatkan bahwa nilai-nilai spiritual merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa yang telah tertanam sejak Pembukaan UUD 1945.
Perayaan hari lahir ini diharapkan mampu memicu inovasi kurikulum di lingkungan YPBWI agar dapat melahirkan pemimpin masa depan yang mampu bersaing di kancah global.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Bunda PAUD Sumbar Harneli Mahyeldi, Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar Edi Darma, serta pengurus yayasan dari berbagai daerah di Indonesia.







