Tutup
EkonomiNews

Maskapai Swedia Bangkrut, Akhiri Tiga Dekade Layani Penerbangan

154
×

Maskapai Swedia Bangkrut, Akhiri Tiga Dekade Layani Penerbangan

Sebarkan artikel ini
bangkrut-setelah-30-tahun,-maskapai-ini-tutup-dan-setop-semua-penerbangan
Bangkrut Setelah 30 Tahun, Maskapai Ini Tutup dan Setop Semua Penerbangan

Jakarta – Kabar buruk kembali menghantam industri penerbangan global. Maskapai charter asal Swedia, H-Bird Aviation Services, dinyatakan bangkrut oleh pengadilan setempat.

Kondisi ini menambah daftar panjang maskapai yang kesulitan bertahan akibat lonjakan biaya operasional dan ketatnya persaingan.

H-Bird Aviation Services sendiri sudah kehilangan izin operasional (Air Operator’s Certificate/AOC) sejak Desember 2025 akibat masalah keuangan serius.

Izin AOC merupakan syarat utama bagi maskapai untuk beroperasi secara legal. Di Amerika Serikat,izin ini dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration (FAA).FAA mewajibkan maskapai memiliki pesawat, staf, sistem keselamatan, dan kondisi finansial yang memadai agar operasional berjalan berkelanjutan.

H-Bird Aviation Services telah berhenti terbang sejak Januari 2026, setelah kehilangan lisensi. Belum ada kepastian apakah perusahaan akan mencari investor baru atau langsung dilikuidasi.

Maskapai ini didirikan pada 1991 di Stockholm. Selama lebih dari tiga dekade, H-Bird Aviation Services melayani penerbangan charter, korporasi, hingga ambulans udara ke wilayah terpencil di Swedia dan kawasan Nordik.

Armada yang digunakan adalah pesawat kecil seperti Cessna.

“Pesawat kami menampung hingga delapan penumpang dan menawarkan layanan personal serta makanan kelas satu di dalam pesawat,” demikian deskripsi layanan perusahaan.

“Dengan basis yang mudah diakses di Bromma, Norrköping, dan Oslo, kami terbang ke seluruh wilayah Nordik dan Eropa. Kami menyediakan transportasi dari pintu ke pintu, dan pilot berpengalaman kami akan menerbangkan Anda ke tujuan yang diinginkan,” lanjutnya.

Namun, layanan eksklusif tersebut tidak menjamin profitabilitas. Keterbatasan jumlah penumpang premium membuat pendapatan sulit menutupi biaya operasional yang tinggi.

Fenomena ini bukan kasus tunggal.Sepanjang 2025, sejumlah maskapai lain juga mengalami nasib serupa. Spirit airlines kembali mengajukan kebangkrutan Chapter 11 pada Agustus 2025, sementara Ravn Alaska menghentikan operasional pada bulan yang sama.