Tutup
NewsRegulasi

Menko Luhut : Butuh Waktu 10 Bulan Lebih Untuk Sektor Pariwisata Bisa Pulih

508
×

Menko Luhut : Butuh Waktu 10 Bulan Lebih Untuk Sektor Pariwisata Bisa Pulih

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemulihan pariwisata dinilai membutuhkan waktu lebih dari 10 bulan pasca-pandemi Covid-19 yang menekan sektor tersebut secara signifikan.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan dalam Webinar bertajuk Investasi di tengah Pandemi, Sabtu, 25 Juli 2020.

“Sektor pariwisata membutuhkan waktu lebih dari 10 bulan (untuk pulih),” jelasnya.

Kendati begitu, Luhut mengatakan pemerintah akan mulai membuka sektor tersebut secara perlahan. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan merealisasikan pembukaan sektor pariwisata itu dengan sangat berhati-hati.

“Jadi, bahasa militernya itu bertahap, bertingkat dan berlanjut. Kita harus hati-hati terus setiap langkah dan evaluasi dengan cermat sehingga kita memperkecil kita membuat kesalahan,” ujarnya.

Menko Luhut mengatakan pada akhir bulan ini pemerintah akan mulai membuka pariwisata di Kabupaten Banyuwangi. Selanjutnya, jelas dia, pemerintah akan membuka pariwisata di Bali dan sejumlah daerah lainnya.

“saya akan membuka lagi dengan menteri pariwisata, di Banyuwangi. Nah, tanggal 30 di Bali, dan terus bertahap di beberapa tempat yang ada dan itu sudah mulai kita tingkatkan,” jelas dia.

Hal yang sama, jelas dia, diberlakukan untuk pembukaan sektor transportasi udara. Luhut mengaku baru mendapatkan laporan bahwa operasional pesawat udara di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sudah mencapai 45 persen.

Realisasi itu, jelasnya, meningkat signifikan dibandingkan dua pekan lalu. Bahkan, dia memperkirakan bahwa operasional bandara bisa melampaui 50 persen dalam beberapa hari ke depan.

“Nah, itu terus bertahap kita naikan. Dua minggu yang lalu baru 20 persen,” kata dia, Hal tersebut juga akan mendukung upaya pemulihan sekto pariwisata domestik ungkapnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…