News

Neraca Perdagangan Melambat, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS

117
×

Neraca Perdagangan Melambat, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS

Sebarkan artikel ini
neraca-perdagangan-indonesia-anjlok-di-april-2026,-rupiah-makin-terpuruk
Neraca Perdagangan Indonesia Anjlok di April 2026, Rupiah Makin Terpuruk

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali tertekan di pasar spot pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah tipis ke level Rp 18.051 per dolar AS, atau turun 0,01 persen dari posisi sebelumnya di angka Rp 18.049.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai data neraca perdagangan Indonesia (NPI) menjadi pemicu utama pelemahan ini. Realisasi neraca perdagangan pada April 2026 tercatat hanya sebesar US$0,09 miliar.

“Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar dan merosot drastis dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$3,32 miliar,” ungkap Amru, Jumat (5/6/2026).

Kondisi ini menyebabkan pasokan devisa dari sektor perdagangan luar negeri menipis, sehingga menekan posisi rupiah. Di sisi lain, daya tarik dolar AS masih sangat kuat bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait independensi Bank Indonesia menyusul pengesahan regulasi baru yang memperluas peran bank sentral. Hal ini memicu sikap hati-hati dari pelaku pasar dalam menempatkan aset mereka di instrumen keuangan domestik.

Untuk meredam pelemahan, Bank Indonesia didorong untuk melakukan stabilisasi yang terukur melalui intervensi langsung di pasar valas, penggunaan instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga intervensi obligasi. Pemerintah juga diminta menjaga kredibilitas fiskal serta memastikan optimalisasi devisa hasil ekspor tetap konsisten.

Menghadapi kondisi ekonomi yang fluktuatif, rupiah diprediksi masih akan berada di bawah tekanan sepanjang hari ini. Nilai tukar diproyeksikan bergerak pada rentang Rp 18.000 hingga Rp 18.110 per dolar AS.