Agam – Pemerintah Kabupaten Agam menggelar diskusi intensif bersama para niniak mamak serta tokoh masyarakat Kecamatan Banuhampu terkait rencana pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi.
Pertemuan yang digelar di Mess Pemda Belakang Balok pada Jumat (17/7) tersebut bertujuan menjaring aspirasi warga mengenai penetapan trase alternatif proyek tol.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari dialog serupa yang sebelumnya melibatkan wali nagari se-Kecamatan Sungai Pua pada 15 Juli 2026.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa penentuan jalur tol harus mengedepankan musyawarah demi selaras dengan falsafah adat Minangkabau.
Saat ini, pemerintah masih menunggu hasil kajian teknis komprehensif yang sedang dikerjakan oleh pihak PT Hutama Karya.
Benni menilai pelibatan seluruh elemen masyarakat sangat krusial dalam setiap pengambilan kebijakan strategis daerah.
“Dalam adat kita, setiap persoalan penting harus dibicarakan bersama niniak mamak, tokoh masyarakat, dan anak nagari,” ungkap Benni.
Proses dialog ini ia sebut sebagai wujud nyata penerapan duduak basitinah, yaitu duduk bersama guna mencapai mufakat demi kemaslahatan nagari.
Proyek strategis nasional ini sendiri masih berada pada tahap perencanaan awal.
Masyarakat kini memiliki ruang untuk memberikan usulan terkait pemilihan trase yang dianggap paling minim risiko.
“Setelah ada persetujuan masyarakat yang lahannya dilalui, hasilnya akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi untuk dilanjutkan ke tahapan berikutnya,” tegas Benni.
Bupati berharap semangat kebersamaan terus dijaga oleh para tokoh adat dan warga selama masa pengkajian berlangsung.
Ia optimistis kehadiran jalan tol akan meningkatkan konektivitas serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah Agam secara signifikan.
Selain itu, Benni menaruh harapan besar bahwa infrastruktur ini mampu menyedot minat investor sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah di masa depan.






