BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/7). Agenda utama pertemuan tersebut mencakup pembahasan mengenai penguatan ketahanan ekonomi nasional serta percepatan transformasi digital melalui penyempurnaan GovTech.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut menjadi wadah bagi DEN untuk melaporkan kondisi ekonomi terkini. Pemerintah berupaya merumuskan langkah-langkah konkret guna menjaga stabilitas ekonomi dari dampak dinamika global yang fluktuatif.
Fokus utama dalam transformasi digital adalah optimalisasi GovTech untuk meningkatkan akurasi data pemerintah. Sistem ini dirancang agar setiap program bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pemerintah menargetkan integrasi sistem ini dapat meminimalkan kesalahan dalam pendataan penerima manfaat. Selain itu, efektivitas penyaluran bantuan diharapkan meningkat melalui tata kelola yang lebih transparan dan modern.
Transformasi digital ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyederhanakan layanan publik. Target utamanya adalah mengintegrasikan layanan digital di seluruh kementerian dan lembaga agar proses birokrasi menjadi lebih cepat dan efisien.
Sejumlah menteri dan pejabat tinggi turut hadir mendampingi Presiden dalam diskusi tersebut. Di antaranya adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini serta Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran para menteri ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mengawal agenda ekonomi dan reformasi birokrasi.
Jajaran anggota DEN yang hadir memberikan masukan strategis meliputi Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, Firman Hidayat, Tubagus Nugraha, dan Pantro Pander Silitonga. Selain itu, Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar, juga terlibat dalam pembahasan tersebut.
Pertemuan di Hambalang ini mencerminkan sikap proaktif pemerintah dalam menghadapi tantangan eksternal. Presiden Prabowo menekankan pentingnya respons kebijakan yang berbasis data akurat untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik.
Langkah percepatan digitalisasi ini diyakini akan menjadi instrumen krusial dalam reformasi tata kelola pemerintahan ke depan. Dengan integrasi yang lebih baik, pemerintah optimistis dapat memberikan pelayanan yang lebih responsif kepada masyarakat.
Diskusi ini sekaligus mempertegas prioritas kabinet dalam memadukan stabilitas ekonomi dengan modernisasi sistem administrasi negara. Seluruh masukan dari DEN akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional yang lebih komprehensif.
Pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas dalam negeri. Langkah antisipasi ini dilakukan guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meskipun berada di tengah ketidakpastian pasar internasional.







