News

Proyek Program Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana 2,975 Miliar di Agam Diduga Menyalahi Aturan

23
×

Proyek Program Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana 2,975 Miliar di Agam Diduga Menyalahi Aturan

Sebarkan artikel ini
proyek-program-revitalisasi-sekolah-terdampak-bencana-2,975-miliar-di-agam-diduga-menyalahi-aturan
Proyek Program Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana 2,975 Miliar di Agam Diduga Menyalahi Aturan

Agam, Mimbarsumbar.id — Proyek Program revitalisasi sekolah terdampak bencana bantuan pemerintah pusat sumber dana APBN senilai 2,975 Milyard untuk pembangunan dan rehab SMP Negeri 3 Anak Aia Kasiang Nagari Bawan kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam diduga menyalahi aturan kontruksi yang telah ditetapkan bahkan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) volume pekerjaan  dan gambar pun akan diganti konsultan perencana proyek sesuai kondisi pekerjaan yang hampir mencapai finishing

Hal itu juga sudah menyalahi aturan kata Ketua LSM Garuda Nasional Indonesia DPW Sumbar Rahmatsyah pada Mimbar Sumbar Senin (10/8/2026 ) di kantornya Padang Baru Lubuk Basung.

Menurutnya perubahan RAB dan Gambar mesti disampaikan kepada pihak dinas pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan harus tahu kondisi proyek yang terkesan sudah melanggar aturan itu, ujarnya.

Ada 9 item pekerjaan yakni,  pembangunan ruang kelas baru 2 kopel, pembangunan ruang administrasi, pembangunan ruang UKS, pembangunan WC/Toilet, pembangunan ruang laboratorium komputer, rehap ruang kelas 3 lokal, rehap ruang pustaka dan guru, rehap laboratorium IPA, rehap WC/toilet.

Konsultan perencana mesti melakukan Jastek, atau Justifikasi Teknis.  Dokumen resmi dalam proyek (terutama konstruksi) yang berisi penjelasan, analisis, dan alasan teknis mengapa suatu perubahan kontrak kerja harus dilakukan. Dokumen ini menjadi dasar hukum dan acuan penting sebelum menerbitkan perubahan kontrak atau Contract Change Order (CCO) dan

Menjelaskan alasan perubahan volume, penambahan, atau pengurangan item pekerjaan di lapangan ujar Rahmatsyah.

Hal itu justru akan Menjadi bukti sah bagi auditor bahwa perubahan proyek dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan rekayasa. Dasar penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan jadwal pelaksanaan proyek.

Menurutnya  pengerjaan  struktur bangunan jauh melenceng dari gambar dan RAB.

Dalam gambar tiang induk bangunan besi diameter 12 pasangan 6 namun seperti yang telah disampaikan konsultan perencana telah terpasang cuma pasang 4. Di bangunan sekolah itu.

Hasil investigasi team kami dari LSM Garuda Nasional Indonesia DPW Sumbar ke lokasi pembangunan SMP 3 Anak Aia Kasiang Nagari Bawan Senin (3/8/2026)

Kondisi proyek hampir mencapai finishing 90 persen. 

Semua tiang sudah ditutup cor semen. Termasuk konzen sudah terpasang dengan jenis kayu Tambalun,  rangka baja dengan merk Wija.

Menurut kepala tukang sekaligus ketua komite sekolah Sawaludin ketika dikonfirmasi di lokasi proyek mengatakan Pemasangan besi tiang induk memakai besi diameter 12 dengan jumlah pasangan 6. Tiang penyangga pasangan 4 besi diameter 12 juga.

“Karena item pekerjaan banyak mungkin diluar kendali kami walau ada juga pasangan 4 untuk tiang induk dalam spek teknis tidak dikunci,” katanya.

Namun sawaludin meyakinkan justru pemasangan besi untuk tiang induk diameternya sudah sesuai gambar dan spek teknis. Selaku pengawas lapangan dan komite sekolah kita sudah lakukan sesuai RAB katanya.

Sementara kepala sekolah SMP.N 3 Anak Aia Kasiang Rida Iswati ketika dimintai keterangannya oleh Mimbar Sumbar Senin (3/8/2026) diruang kerjanya mengatakan ia tidak mengetahui permasalahan teknis proyek bantuan revitalisasi sekolah terdampak bencana tahun 2026 di sekolah yang dipimpinnya itu. Untuk kejelasannya silahkan hubungi konsultan perencana dan pengawas proyek Rinaldi sebutnya.

Pengawas proyek Rinaldi ketika dihubungi Mimbar Sumbar Selasa (4/8/2026) via ponselnya mengatakan tidak mengetahui masalah teknis pasangan besi tiang induk di proyek revitalisasi APBN tersebut.

“Saya sama sekali tidak paham masalah teknis, silahkan hubungi konsultan pengawas Ahmat Yani,” sebutnya sambil memberikan nomor kontak Ahmat Yani.

Setelah dihubungi beberapa kali lewat ponselnya konsultan Pengawas Proyek Ahmat Yani mengatakan proyek revitalisasi itu sudah didatangi orang dari kementrian tanpa menjelaskan siapa orang dari kementrian tersebut. Ia tidak menampik pasangan besi tiang induk bangunan tidak sesuai dengan gambar dan RAB. Dalam gambar balok dan tiang penyangga besinya jalan 6 namun sengaja dipasang jalan 4. Menurutnya memang terjadi kesalahan pada pasangan konstruksi pemasangan besi tiang induk konstruksi bangunan. Ia mengakui semua tiang induk besinya pasangan 4 sama dengan tiang penyangga. Kami akan merubah kembali RAB dan gambar sesuai kondisi bangunan konstruksi kata Ahmat. Bahkan ia berjanji akan memberikan spek teknis Proyek Revitalisasi Sekolah itu kepada Mimbar Sumbar

Kepala dinas Pendidikan kabupaten Agam, Andri ketika dihubungi Mimbar Sumbar Rabu (5/8/2026) via ponselnya tidak bersedia untuk dikonfirmasi masalah proyek revitalisasi dana APBN bantuan pemerintah pusat tersebut. Melalui pesan WhatsApp nya Ia memberikan nomor kontak Kabid dikmen Ariandi.” Untuk konfirmasi lebih teknis disarankan kepada Kabid SMP pak tulisnya dipesan WhatsApp.

Namun Kabid Dikmen Ariandi ketika dimintai kesediaannya untuk memberikan keterangan beralasan sedang rapat setelah dihubungin via telpon selularnya tidak diangkat, hingga berita ini ditulis ia terkesan enggan untuk dikonfirmasi masalah proyek revitalisasi bangunan SMP.N 3 Anak Aia Kasiang. Nagari Bawan dana APBN 2,975 milyard tersebut. (Ms/Ys)

Views: 117