Tutup
NewsPeristiwa

Pulihkan Akses dari Bencana, Petugas HK Rela Tinggalkan Keluarga

395
×

Pulihkan Akses dari Bencana, Petugas HK Rela Tinggalkan Keluarga

Sebarkan artikel ini

Padang – Jalur nasional Padang–Bukittinggi di Lembah Anai kembali terputus setelah dihantam galodo pada Rabu, 26 November 2025.

Sejak saat itu, akses utama yang menjadi jalur distribusi Sumatera Barat tidak bisa dilewati.

Dua hari setelah bencana, Hutama Karya menurunkan para teknisi andal untuk membuka jalan darurat.

Mereka bekerja tanpa jeda, meninggalkan keluarga demi percepatan pemulihan akses.

Para pekerja menargetkan jalur sementara agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat kembali melintas.

“Kami siang malam di lapangan. Targetnya jalur ini siap lebih cepat dari perkiraan,” ujar seorang teknisi, Kamis (11/12) sore.

Respons cepat tersebut berjalan seiring dengan pengerahan besar-besaran HK Grup di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Hingga Rabu (10/12) pukul 10.00 WIB, posko, logistik, dan alat berat sudah digerakkan ke berbagai titik terdampak.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan langkah HK Grup merupakan bagian dari gerak terpadu BUMN dalam misi kemanusiaan.

Ia menegaskan BUMN hadir di garis depan dan langkah HK Grup terkoordinasi dengan pemerintah daerah serta seluruh unsur penanganan bencana.

Di Sumatera Utara, ribuan warga dievakuasi ke area tol.

Empat posko berdiri di Gerbang Tol Pangkalan Brandan dan menampung puluhan kepala keluarga dari desa-desa terdampak.

Rest Area 41B Tol Binjai–Langsa kini menjadi lokasi pengungsian terbesar dengan sekitar 1.500 warga, sementara posko lain di Kantor Gebang menampung ratusan pengungsi.

Seluruh posko dilengkapi makanan siap santap, obat-obatan, air mineral, family kit, pakaian, selimut, dan tenda.

HK Grup juga berkoordinasi dengan BPBD, Marinir, Polres, dan Satgas BUMN untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

Pembukaan akses dilakukan dengan mengerahkan excavator PC200 dan PC300, wheel loader, serta tangki BBM di ruas Tarutung–Sibolga.

Dony menyebut Tol Binjai–Langsa masih menjadi posko besar dengan sekitar 940 warga yang bertahan.

Di Sumatera Barat, HK Grup mempercepat evakuasi dan normalisasi akses.

Alat berat diturunkan sejak awal untuk membersihkan timbunan longsor di Nagari Sungai Durian Koto Mambang, Lembah Anai, Lubuk Minturun, dan Pasar Baru Unand di Kota Padang.

Tiga excavator PC200 dan satu PC75 bekerja di titik awal, disusul pengerahan alat tambahan di wilayah lain. HK Grup juga membuka Posko Satgas HK di Gerbang Tol Padang bersama OPT, HKI, PJT, dan HPSL.

Bantuan logistik disalurkan berupa makanan siap saji, obat-obatan, family kit, matras, tenda, selimut, dan perlengkapan kebersihan.

Pada tahap kedua, bantuan tambahan berisi selimut, kasur lipat, mie instan, air mineral, minyak goreng, susu bayi, gula, teh, kopi, popok bayi, hingga genset dikirim dan tersebar ke tujuh titik di Sumbar.

Dukungan alat berat juga diperluas di Agam, Padang Pariaman, Padang, Lembah Anai, serta Tanah Datar dengan puluhan excavator, dump truk, bronjong, hingga crane dan bulldozer.

Di Aceh, penanganan dilakukan melalui pembangunan Jembatan Bailey ukuran 43 meter dan 48 meter di beberapa titik.

Excavator PC200, dump truk, serta suplai BBM disiagakan untuk mempercepat pembukaan akses dan evakuasi.

Dony menegaskan bahwa seluruh aksi HK Grup mencerminkan kehadiran negara dalam masa darurat.

Ia mengatakan HK bergerak cepat dan terstruktur untuk memastikan warga memperoleh tempat aman, akses kembali terbuka, dan kebutuhan dasar terpenuhi.

Menurutnya, HK Grup menjadi salah satu kekuatan utama dalam penanggulangan bencana di Sumatra berkat pengerahan posko besar, logistik yang memadai, dan alat berat di seluruh wilayah terdampak.

“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas, dan pemulihan akses serta bantuan kemanusiaan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih,” pungkasnya.