Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

Purbaya Siapkan Daya Beli dan Belanja Negara Penopang Ekonomi】

105
×

Purbaya Siapkan Daya Beli dan Belanja Negara Penopang Ekonomi】

Sebarkan artikel ini
purbaya-beber-kunci-jaga-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2026
Purbaya Beber Kunci Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Jakarta – Pemerintah menyiapkan dua penyangga utama untuk menjaga ekonomi tetap melaju pada kuartal II 2026, yakni penguatan daya beli masyarakat dan peningkatan belanja negara.Di tengah tekanan yang masih dirasakan pelaku usaha, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah ingin memastikan pertumbuhan tidak kehilangan momentum.

Purbaya mengatakan pemerintah juga akan membenahi ekosistem investasi agar lebih efisien dan menarik bagi dunia usaha.Salah satu fokusnya adalah perbaikan teknologi investasi supaya aktivitas ekonomi bisa bergerak lebih cepat.

Selain itu, pemerintah memperketat pengawasan terhadap peredaran barang impor ilegal di pasar domestik.Purbaya menyampaikan langkah itu diperlukan untuk menjaga industri dan perdagangan dalam negeri tetap terlindungi.

“Saya akan galakkan lagi penjagaan pasar domestik dari barang-barang ilegal yang katanya ramai lagi sekarang, walaupun Bea Cukai sudah mulai bekerja lebih baik dari sebelumnya,” ujar Purbaya di kawasan Gambir, jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Ia menilai kebijakan yang berjalan sejauh ini mulai menunjukkan hasil. Purbaya merujuk pada pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang tercatat 5,61 persen secara tahunan, angka yang menurut dia perlu dipertahankan agar pemulihan terus berlanjut.

Menanggapi kekhawatiran pelaku usaha soal tekanan ekonomi pada kuartal II, Purbaya meminta dunia usaha tetap tenang. Ia menilai sentimen negatif yang beredar turut memengaruhi persepsi pasar.

“Pebisnis enggak usah takut. Kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup, sehingga dunia usaha bisa dapat hasilnya,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah akan mengerek belanja negara untuk menopang pertumbuhan pada kuartal II 2026. Menurut dia, dorongan fiskal menjadi penting setelah konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama ekonomi pada kuartal sebelumnya.

Badan Pusat Statistik mencatat, pada kuartal I 2026 konsumsi rumah tangga menyumbang 54,36 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Kontribusi berikutnya datang dari pembentukan modal tetap bruto atau PMTB sebesar 28,29 persen, lalu konsumsi pemerintah 21,81 persen.

“Untuk pertumbuhan di Q2 memang salah satu yang kita akan genjot adalah belanja pemerintah,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

Belanja itu mencakup pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara dan pemberian insentif kendaraan listrik. Pemerintah juga menyiapkan subsidi untuk 200 ribu kendaraan listrik mulai Juni 2026, terdiri dari 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu motor listrik.

airlangga mengatakan kebijakan tersebut diharapkan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang konsumsi. Ia juga menyebut pencairan gaji ke-13 ASN pada Juni akan ikut membantu perputaran ekonomi.

“Gaji ASN ke-13 itu diharapkan bisa diberikan di bulan Juni jadi salah satu penopang. Kemudian beberapa insentif sedang dipikirkan oleh pemerintah, salah satunya untuk sektor otomotif,” ujar dia.

Meski belum membeberkan target pertumbuhan kuartal II 2026, Airlangga menyebut capaian ekonomi pada kuartal I tahun ini berhasil melampaui sejumlah perkiraan lembaga ekonomi.