Tutup
News

Pariaman Perkuat Pengelolaan Sampah lewat Kolaborasi Semen Padang

102
×

Pariaman Perkuat Pengelolaan Sampah lewat Kolaborasi Semen Padang

Sebarkan artikel ini
pemko-pariaman-terima-bantuan-tong-sampah-terpilah-untuk-pemanfaatan-sampah
Pemko Pariaman Terima Bantuan Tong Sampah Terpilah untuk Pemanfaatan Sampah

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman mulai memperkuat pola pengelolaan sampah dari hulu dengan menggandeng PT semen padang. sebagai langkah awal, perusahaan itu menyerahkan sembilan tong sampah terpilah untuk mendukung pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

Bantuan tersebut diterima Wali Kota Pariaman Yota Balad di ruang kerja Wakil wali Kota Pariaman, Rabu (6/5/2026). Dalam kesempatan itu, turut hadir Wakil Wali Kota Mulyadi, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, dan sejumlah kepala dinas.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut rencana kerja sama pengelolaan sampah antara Pemko Pariaman dan PT Semen Padang. Pemerintah kota menilai kolaborasi ini penting untuk membangun sistem pengolahan sampah yang lebih terukur dan memberi nilai ekonomi.

Tong sampah terpilah itu nantinya dipakai untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak awal. Skema ini diharapkan memudahkan proses daur ulang, menekan beban TPA, dan membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai jual.

Mulyadi mengatakan, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pariaman. Ia menyebut, volume sampah yang masuk ke TPA Tungkal Selatan mencapai sekitar 45 ton per hari.

“Pemko Pariaman terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang menjadi tantangan besar bagi daerah. Produksi sampah organik dan anorganik di TPA Tungkal Selatan per hari itu mencapai 45 ton. Namun saat ini, untuk mengatasi volume, sampah ini sebelum masuk ke TPA sudah bisa didaur ulang terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah sampah,” kata Mulyadi.

ia menjelaskan, Pemko Pariaman kini memiliki tiga unit mesin pencacah sampah yang sudah menghasilkan kompos bernilai ekonomis. Mesin tersebut memperkecil ukuran limbah agar proses pengomposan berjalan lebih cepat dan efisien.

“mesin pencacah sampah ini berfungsi memperkecil ukuran limbah menjadi potongan kecil untuk mempercepat proses pengomposan.Alat ini meningkatkan efisiensi produksi kompos, mengurangi volume sampah di TPA, serta mengubah limbah daun, ranting, dan sisa makanan menjadi pupuk organik padat/cair yang bernilai ekonomis,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, pupuk hasil olahan itu sudah dimanfaatkan dan terbukti membuat tanaman tumbuh lebih subur. Namun, distribusinya masih terbatas. Ia menyebut peluang pemanfaatan yang lebih luas akan dibuka setelah kerja sama resmi diteken.

“Dengan kunjungan tim PT Semen Padang hari ini, Insya Allah minggu depan kita akan melaksanakan MoU dengan PT Semen Padang agar pupuk yang dihasilkan ini bisa dimanfaatkan,” katanya.

Ia juga berharap Pariaman bisa tampil sebagai daerah percontohan pengelolaan sampah di Sumatera barat.

Dari pihak PT Semen Padang, Staf Choice Fuel & Raw Material (AFR) Musytaqim Nasra mengatakan kunjungan itu difokuskan untuk melihat potensi pengelolaan sampah di Pariaman. Menurut dia, perusahaan ingin memastikan produk olahan sampah dari daerah tersebut benar-benar terserap dan memberi nilai tambah.

“Informasi dari Pemko Pariaman bahwa Kota Pariaman memiliki alat pencacah sampah dan sudah ada produk yang dihasilkan. Target kita adalah bagaimana produk tersebut bisa termanfaatkan dan memberikan nilai lebih untuk Kota pariaman,” ujarnya.Musytaqim menambahkan, PT Semen Padang dan Pemko Pariaman segera menandatangani MoU serta perjanjian kerja sama terkait produk sampah terolah. Dokumen itu akan memuat pembagian peran masing-masing pihak dalam proses pengolahan sampah.

“MoU nantinya akan dijelaskan apa yang disediakan oleh Pemko Pariaman dan Semen Padang dan pola kerja samanya juga seperti apa dalam pengolahan sampah. MoU ini akan menjadi yang pertama di Sumbar jika cepat terlaksana,” katanya.

Ia menegaskan, PT Semen Padang nantinya menjadi pihak pertama di Sumbar yang menerima sampah dalam bentuk cacahan atau sudah diolah dan siap dimanfaatkan. Perusahaan berharap pola ini bisa membantu mengurangi persoalan sampah di Pariaman sekaligus menjadi model bagi daerah lain.