Tutup
Regulasi

Rupiah Melemah Tipis: Kurs Dolar AS Sentuh Rp 16.778 Pagi Ini

285
×

Rupiah Melemah Tipis: Kurs Dolar AS Sentuh Rp 16.778 Pagi Ini

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Rupiah terpantau melemah di pasar spot pada perdagangan Rabu pagi (7/1/2026). Pukul 09.10 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp 16.778 per dolar AS, terdepresiasi 0,12% dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.758 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS.

Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,18%, diikuti oleh rupiah (0,12%), dan baht Thailand (0,09%).

Mata uang lainnya juga mengalami penurunan, di antaranya ringgit Malaysia (0,09%), dolar Taiwan (0,06%), yuan China (0,06%), won Korea (0,04%), dolar Singapura (0,04%), yen Jepang (0,03%), dan dolar Hong Kong (0,01%).

Sementara itu, indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama dunia berada di angka 98,54, sedikit menurun dari posisi sebelumnya di 98,58.

Regulasi

Pasar saham Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong oleh meningkatnya minat generasi muda terhadap instrumen investasi yang lebih modern dan fleksibel. Salah satu instrumen yang sering menjadi sorotan adalah saham blue chip, yaitu saham dari perusahaan besar yang memiliki fundamental kuat, kinerja stabil, s…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Grup Bakrie kembali bermanuver di pasar modal dengan menggelar aksi korporasi. Berbagai langkah ditempuh, salah satunya Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Dalam catatan Kontan, setidaknya ada tiga emiten Grup Bakrie yang akan melakukan rights issue. Yakni, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang berencana menerbitkan 86,70 miliar saham dengan potensi dilusi 33,33%. Meski…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah emiten akan mendapatkan dampak langsung pasca Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah kriteria evaluasi indeks-indeks utama, yaitu LQ45, IDX30, dan IDX80. Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai, perubahan kriteria tersebut bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan representasi pasar yang lebih sehat. Dengan kriteria baru yang lebih ketat, saham-saham seperti PT Surya Citra Media Tbk…