JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) resmi mendapatkan restu dari para pemegang saham untuk melaksanakan aksi korporasi berupa kuasi reorganisasi. Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Selasa (28/7/2026).
Langkah kuasi reorganisasi ini bertujuan untuk menyehatkan struktur permodalan perusahaan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu mendukung fase pertumbuhan bisnis perseroan di masa depan.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menyatakan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut atas pemulihan kinerja dan profitabilitas yang konsisten dicatatkan perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Struktur permodalan yang lebih sehat dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan finansial emiten di sektor pemeliharaan pesawat tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Januari 2026, GMFI mencatatkan saldo laba negatif sebesar US$ 512,9 juta. Melalui mekanisme kuasi reorganisasi, perusahaan akan melakukan penghapusan defisit tersebut menggunakan agio saham, selisih transaksi entitas sepengendali, serta penurunan nilai nominal saham.
Andi memastikan bahwa pelaksanaan kuasi reorganisasi ini tidak memerlukan setoran modal baru dari pemegang saham. Selain itu, komposisi kepemilikan saham tetap terjaga dan tidak akan menimbulkan dilusi bagi investor yang ada saat ini.
Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan GMFI tercatat tumbuh dari US$ 373,21 juta pada 2023 menjadi US$ 491,88 juta pada 2025.
Laba bersih perusahaan juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 68,4% menjadi US$ 33,97 juta. Tren pertumbuhan ini berlanjut hingga kuartal pertama tahun 2026.
Manajemen GMFI kini memiliki ruang yang lebih luas untuk berekspansi. Struktur permodalan yang sehat juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik bagi investor serta mitra strategis di masa depan.
Strategi pengembangan bisnis ke depan akan difokuskan pada peningkatan kapasitas hanggar. Selain itu, perusahaan akan memperkuat segmen Defense & Government serta Industrial Solutions.
Perseroan juga berencana mengembangkan lini bisnis aerostructure manufacturing sebagai bagian dari diversifikasi usaha. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi pasar GMFI di industri aviasi dan sektor terkait lainnya.
Andi menambahkan bahwa kuasi reorganisasi memberikan fleksibilitas pendanaan yang lebih besar bagi perusahaan. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi GMFI untuk membagikan dividen kepada pemegang saham di masa mendatang.
Pembagian dividen tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan keuangan, kinerja perusahaan, serta ketentuan peraturan yang berlaku. Kebijakan ini menjadi sinyal positif bagi pemegang saham setelah sekian lama fokus pada perbaikan neraca keuangan.

