Tutup
News

SCash Gandeng KBI: Teknologi Pacu UMKM Komoditas Berkembang

260
×

SCash Gandeng KBI: Teknologi Pacu UMKM Komoditas Berkembang

Sebarkan artikel ini
kolaborasi-scash-dan-bumn-kbi-buka-akses-pasar-lebih-luas-bagi-pelaku-usaha-komoditas-desa
Kolaborasi SCash dan BUMN KBI Buka Akses Pasar Lebih Luas bagi Pelaku Usaha Komoditas Desa

Jakarta – Perusahaan teknologi asal singapura,SCash,menggandeng PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) untuk memperkuat ekosistem usaha berbasis komoditas di Indonesia.

Kemitraan strategis ini bertujuan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan usaha yang dikelola koperasi, UMKM, dan ekonomi desa.

Kolaborasi ini menggabungkan teknologi dan ekosistem digital SCash dengan peran KBI sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas kliring, penjaminan, penyelesaian transaksi, dan tata kelola perdagangan komoditas nasional.

Kedua pihak menargetkan peningkatan akses bagi pelaku usaha kecil, koperasi, dan wirausaha desa terhadap pasar komoditas yang lebih terstruktur, terutama di sektor pertanian dan ekonomi berbasis komunitas.Data pemerintah menunjukkan UMKM mencakup hampir 99% dari total unit usaha di Indonesia.

Namun, banyak pelaku usaha komoditas di tingkat desa masih menghadapi keterbatasan infrastruktur digital, sistem tata kelola, serta akses ke pasar formal.

CEO SCash, Michael Lee Eng Yew, menyatakan komitmen SCash tidak hanya sebatas membangun platform teknologi.”Kami berfokus pada mendorong partisipasi ekonomi nyata melalui kerja sama erat dengan institusi nasional yang tepercaya seperti KBI serta mitra ekosistem lokal,” ujarnya.

Kolaborasi ini bertujuan menghidupkan kembali usaha berbasis komoditas, memperkuat tata kelola, dan memastikan pelaku usaha desa serta koperasi tidak tertinggal seiring perkembangan ekonomi Indonesia.

Selain pengembangan sistem digital, SCash juga terlibat dalam program sosial ekonomi, seperti kampanye EmpowerWomenSentani di Papua.

Program tersebut menargetkan penguatan kapasitas pelaku usaha perempuan melalui pelatihan langsung, seleksi berbasis komunitas, serta verifikasi administrasi penerima manfaat.

Pengembangan ekosistem ini juga melibatkan mitra lain,seperti PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia,PT Karya Jasa Internasional,APUDSI,serta PT Daya Teknologi Nusantara.

Fokus kolaborasi ini mencakup pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk mempermudah penyimpanan, pembiayaan, serta perdagangan komoditas petani, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi lokal.