Bursa Saham

Strategi Trikomsel TRIO Pulihkan Kinerja demi Akhiri Suspensi Saham

81
×

Strategi Trikomsel TRIO Pulihkan Kinerja demi Akhiri Suspensi Saham

Sebarkan artikel ini
Logo PT Trikomsel Oke Tbk terpampang di gedung perkantoran sebagai identitas perusahaan
PT Trikomsel Oke Tbk tengah mengupayakan pemulihan kinerja bisnis untuk mencabut suspensi saham di BEI.

JAKARTA – PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) tengah mengakselerasi tiga strategi transformasi bisnis utama guna memulihkan kinerja keuangan sekaligus mengupayakan pencabutan suspensi perdagangan saham yang telah berlangsung sejak 2019. Fokus perusahaan saat ini tertuju pada pengembangan ekosistem omnichannel, penetrasi pasar gawai berbasis kecerdasan buatan (AI), serta diversifikasi ke sektor ekonomi hijau.

Direktur Trikomsel Oke, Djoko Harijanto, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/7/2026) mengungkapkan bahwa seluruh inisiatif tersebut merupakan langkah fundamental untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru. Hingga saat ini, progres dari ketiga inisiatif transformasi tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.

Capaian tersebut mencakup berbagai tahapan krusial, mulai dari penjajakan kemitraan strategis hingga persiapan infrastruktur. Perseroan optimistis bahwa penguatan model ritel omnichannel akan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen yang dinamis.

Selain sektor ritel, lini bisnis gawai berbasis AI diproyeksikan mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan pada semester kedua tahun 2026. Sembari mengembangkan segmen baru, perseroan tetap menerapkan efisiensi operasional secara ketat guna menjaga profitabilitas di tengah tantangan keterbatasan modal kerja.

Langkah ekspansi ke sektor ekonomi hijau dilakukan melalui proyek pengelolaan sampah terpadu yang memanfaatkan teknologi biokonversi Black Soldier Fly (BSF). Teknologi ini mengolah sampah organik menjadi protein pakan hewan serta pupuk organik bernilai ekonomi tinggi.

Perseroan mengklaim memiliki keunggulan kompetitif dalam bisnis ini melalui penerapan formula nutrisi khusus dan sistem vertical rearing yang efisien. Selain itu, standarisasi produk akhir dengan sertifikasi GMP Plus dan HACCP menjadi modal utama untuk menembus pasar industri.

Saat ini, proyek percontohan pengolahan sampah campuran atau Municipal Solid Waste (MSW) tengah berjalan. Trikomsel juga sedang menjajaki kerja sama strategis dengan pengembang kawasan permukiman, operator jalan tol, serta perusahaan pengolahan kelapa sawit.

Manajemen menargetkan bisnis ekonomi hijau mulai memberikan kontribusi pendapatan pada 2027. Sektor ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar pendapatan utama bagi perusahaan di masa depan.

Di sisi kewajiban keuangan, perseroan terus melanjutkan proses restrukturisasi utang dengan pihak perbankan. Hingga Mei 2026, tercatat cicilan pokok utang yang telah dibayarkan mencapai Rp14,46 miliar.

Trikomsel menargetkan total pembayaran utang hingga akhir tahun 2026 mencapai Rp30 miliar, disesuaikan dengan kemampuan arus kas operasional. Per 30 Juni 2026, saldo utang pokok perusahaan tercatat sebesar Rp1,04 triliun kepada Bank BNI dan Rp208 miliar kepada Bank Mandiri.

Terkait upaya pembukaan suspensi saham, perseroan tengah berkoordinasi dengan GLAS Trust mengenai administrasi kepemilikan saham bagi pemegang obligasi. Langkah ini ditujukan untuk memenuhi ketentuan batas minimal saham publik (free float) yang dipersyaratkan oleh Bursa Efek Indonesia.