Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad dalam peta politik nasional kini semakin dominan. Sebagai Ketua Harian Partai Gerindra, ia disebut-sebut sebagai dirigen utama yang menggerakkan kebijakan strategis di balik layar koalisi pemerintah.
Peran sentral Dasco makin santer dibicarakan seiring munculnya isu mengenai kursi Menteri Dalam Negeri. Meski sering diterpa berbagai rumor negatif di media sosial, pengaruh politik pria yang akrab disapa Don Dasco ini tetap kokoh dan mengakar kuat.
Di internal partai maupun kacamata pengamat, Dasco dianggap sebagai pengendali utama mesin Gerindra. Bahkan di kalangan aktivis dan lingkaran intelijen, ia kerap dijuluki “Ketua Umum DPR” karena kapasitasnya dalam menyetir kebijakan parlemen.
Analisis dari lingkaran dalam mengungkap bahwa Dasco memiliki cetak biru politik yang terukur. Ia dipandang sebagai sosok krusial yang memastikan stabilitas kekuasaan serta keberlanjutan agenda pemerintahan Prabowo Subianto hingga Pemilu 2029.
Basis kekuatan Dasco ditopang oleh jejaring luas yang ia bangun di berbagai sektor. Pengalamannya sebagai mantan Wakil Ketua MKD turut memperkuat pengaruhnya dalam struktur partai, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Tidak hanya di politik, ia juga disinyalir memiliki pengaruh dalam penempatan posisi strategis di korporasi maupun BUMN. Ia juga dikenal piawai dalam merangkul kelompok buruh serta aktivis lintas generasi demi menjaga stabilitas di lapangan.
Sebagai salah satu pimpinan DPR, ia memegang peran kunci dalam memuluskan kebijakan istana. Selain itu, ia memiliki pendekatan persuasif terhadap media massa untuk memastikan narasi politiknya mendapatkan ruang pemberitaan yang positif.
Dukungan finansial dari latar belakang bisnisnya semakin memperkuat manuver taktisnya dalam memimpin koalisi. Ia juga aktif melakukan kaderisasi lewat kelompok yang dikenal dengan sebutan “Hambalang Boys” atau “Satria Jedi” dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
Hingga saat ini, berbagai tudingan yang sempat mengarah kepadanya belum pernah terbukti secara hukum. Tanpa adanya putusan inkrah dari pengadilan, Dasco terus melenggang sebagai pengatur orkestrasi politik republik.







