Tutup
Regulasi

Sukuk Ritel SR024 Raup Penjualan Rp 17 Triliun dari Investor

63
×

Sukuk Ritel SR024 Raup Penjualan Rp 17 Triliun dari Investor

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah mencatatkan penjualan Sukuk Ritel (SR) seri SR024 dengan nilai total mencapai Rp17,48 triliun. Penjualan surat berharga syariah negara (SBSN) ini berlangsung selama periode penawaran 6 Maret hingga 15 April 2026.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, perolehan dana dari penerbitan SR024 akan dialokasikan sepenuhnya untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Penjualan tersebut terbagi dalam dua tenor yakni seri SR024T3 (tenor 3 tahun) sebesar Rp12,14 triliun yang jatuh tempo pada 10 Maret 2029, dan seri SR024T5 (tenor 5 tahun) sebesar Rp5,34 triliun yang akan jatuh tempo pada 10 Maret 2031.

SR024 diterbitkan menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan *underlying asset* berupa Barang Milik Negara (BMN) serta proyek APBN 2026. Instrumen ini bersifat *tradable* (dapat diperdagangkan) dengan sistem imbalan tetap (*fixed rate*).

Tingkat imbalan yang ditawarkan adalah 5,55 persen per tahun untuk seri SR024T3 dan 5,90 persen per tahun untuk seri SR024T5.

Secara keseluruhan, SR024 menarik minat 62.231 investor. Angka ini mencakup 44.424 investor untuk seri SR024T3 dan 22.548 investor untuk seri SR024T5. Tercatat pula sebanyak 16.034 investor baru dalam ekosistem SBN Ritel serta 20.297 investor baru di SBSN Ritel.

Profil investor didominasi oleh Generasi Milenial dengan porsi 50,75 persen. Namun, dari sisi volume pemesanan, Generasi X menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 42,62 persen.

Berdasarkan profesi, pegawai swasta menjadi kelompok investor terbanyak dengan persentase 34,95 persen, sementara wiraswasta mencatatkan volume pemesanan tertinggi yakni sebesar 29,79 persen. Berdasarkan gender, perempuan mendominasi baik dari jumlah investor (57,16 persen) maupun volume pemesanan (50,64 persen).

Selama masa penawaran berlangsung, terdapat seri SBSN Ritel yang jatuh tempo, yakni SR018T3 senilai Rp16,95 triliun. Menariknya, sebesar 39,88 persen atau Rp6,33 triliun dari nominal yang jatuh tempo tersebut direinvestasikan oleh investor ke dalam seri SR024.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tampak mengalami kenaikan harga pada Selasa (21/4). Namun, pada saat yang sama, harga emas dunia justru terkoreksi. Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan satu gram naik Rp 40.000 menjadi Rp 2.880.000 pada Selasa (21/4). Harga buyback emas Antam juga naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.690.000 per gram. Sebaliknya, mengutip situs…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kompak mengalami penurunan setelah pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan pantauan Kontan, harga saham BREN melorot 7,95% ke level Rp 6.075 per saham pada perdagangan intraday Selasa (21/4). Begitu pula dengan harga saham DSSA yang merosot 13,76% ke level Rp 2.820 per saham. Penurunan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih belum mampu bangkit dari tekanan. Hingga penutupan perdagangan Senin (20/4/2026), harga BBCA hanya naik tipis 0,78% ke level Rp 6.475 per saham—masih jauh di bawah psikologis Rp 7.000. Sejak awal tahun, tekanan terhadap saham bank berkapitalisasi jumbo ini terbilang dalam. BBCA sudah terkoreksi 19,81% secara year to date (YtD) dan menjadi salah satu penekan utama Indeks Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini (21/4/2026), seiring meningkatnya kembali tensi geopolitik global. Pada Senin (20/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,52% ke level 7.594,11. Indeks sempat menguat di awal sesi, namun berbalik melemah hingga akhir perdagangan. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan,…