NewsPendidikan

Sumatera Barat Kembangkan Perpustakaan Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

41
×

Sumatera Barat Kembangkan Perpustakaan Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
rakor-perpustakaan-sumbar-2026:-sinergikan-program-perpustakaan-berbasis-inklusi-sosial
Rakor Perpustakaan Sumbar 2026: Sinergikan Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Padang – Auditorium Gubernuran menjadi saksi perubahan arah fungsi perpustakaan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi dan pusat literasi masyarakat dalam Rapat Koordinasi Perpustakaan Sumatera Barat, Sabtu (8/8/2026).

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, menekankan pentingnya optimalisasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) untuk mendongkrak kesejahteraan serta keterampilan warga.

Pemerintah daerah dituntut untuk lebih agresif dalam menciptakan inovasi digital sekaligus mempercepat proses akreditasi lembaga perpustakaan di setiap wilayah.

Medi menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas, melainkan standar penentu mutu pelayanan publik yang mencakup aspek operasional hingga administrasi.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin Aziz, memberikan apresiasi tinggi terhadap tradisi literasi yang melekat kuat pada tokoh-tokoh Sumatera Barat.

Data menunjukkan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Sumatera Barat pada 2025 sukses melampaui angka nasional di atas 54,8, namun Aminudin mengingatkan agar daerah tidak terlena dengan capaian tersebut.

Ia mengajak seluruh elemen untuk memandang literasi sebagai tanggung jawab bersama yang memerlukan semangat gotong royong agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Jumadi, menjelaskan forum ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam mengevaluasi program literasi secara komprehensif.

Sinkronisasi perencanaan anggaran serta program kerja dilakukan melalui sesi dialog teknis bersama Pustakawan Madya dari Perpusnas RI.

Acara strategis ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, hingga pegiat literasi dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat.