Jakarta – Kapal tanker LNG milik perusahaan energi Jepang, Mitsui OSK Lines, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Jumat (3/4). Keberhasilan ini menjadi yang pertama bagi kapal Jepang sejak konflik dimulai akhir Februari lalu.Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Al Jazeera.
Juru bicara perusahaan kepada Reuters mengonfirmasi bahwa kapal berbendera Panama tersebut telah melewati selat strategis itu dengan aman.
Meski demikian, detail mengenai waktu pelintasan dan negosiasi yang dilakukan untuk melewati Selat Hormuz tidak diungkapkan.
japan Times melaporkan seluruh awak kapal SOHAR LNG, yang juga berbendera Panama, dalam kondisi selamat.
Selat Hormuz sendiri ditutup setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari.
Selat ini merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.
Jepang sangat bergantung pada akses ke Selat Hormuz, dengan sekitar 90% impor minyak dan 6% impor LNG negara itu melewati jalur ini.
Korea Times melaporkan, hingga Jumat pagi, 45 kapal milik atau dioperasikan entitas Jepang tertahan karena penutupan Selat Hormuz.
Kementerian Transportasi Jepang mencatat kapal-kapal tersebut terdiri dari 12 tanker minyak mentah, 12 tanker produk olahan atau kimia, sembilan kapal pengangkut mobil, dan enam tanker LNG. Informasi ini dilaporkan oleh stasiun televisi TBS.
Sebelumnya, Mitsui O.S.K. Lines melaporkan salah satu kapalnya mengalami benturan ringan di wilayah tersebut bulan lalu. Penyebab benturan belum diketahui dan tidak ada korban luka.
Pada Kamis (2/4), kapal kontainer milik grup pelayaran Prancis CMA CGM juga dilaporkan telah menyeberangi Selat Hormuz.
Selain itu, kapal-kapal Tiongkok, tanker gas berbendera India, dan tanker minyak mentah yang dioperasikan oleh yunani juga telah melewati Selat Hormuz sejak perang Iran dimulai.







